Presiden Prabowo: OJK Lakukan Reformasi Terbesar di Pasar Modal demi Perkuat Akses Pendanaan Nasional
Langkah strategis ini menjadi kunci dalam memperkuat fundamental ekonomi dan menyediakan aliran modal bagi sektor riil serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan penekanan khusus terhadap penguatan sektor keuangan nasional sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia. Dalam pernyataan terbarunya, Presiden menegaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menjalankan agenda reformasi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Langkah ini diambil guna memastikan akses pendanaan yang lebih luas, efisien, dan aman bagi seluruh lapisan pelaku ekonomi, mulai dari korporasi besar hingga sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Presiden Prabowo melihat bahwa pasar modal bukan sekadar tempat transaksi jual-beli saham, melainkan jantung dari pendanaan pembangunan nasional. Dengan pasar modal yang kuat dan sehat, pemerintah memiliki instrumen yang lebih mumpuni untuk membiayai berbagai program strategis nasional tanpa harus selalu bergantung pada pembiayaan berbasis utang luar negeri yang berisiko terhadap stabilitas fiskal.
Urgensi Transformasi Pasar Modal dalam Visi Ekonomi Nasional
Dalam visi besar pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, ketersediaan modal menjadi faktor determinan. Presiden Prabowo menyoroti bahwa selama ini masih terdapat tantangan dalam hal penetrasi pasar modal di kalangan masyarakat dan kemudahan akses bagi perusahaan untuk melakukan listing atau mencari pendanaan melalui bursa.
Reformasi yang dilakukan oleh OJK bertujuan untuk merombak struktur pasar modal agar lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi global. Presiden menekankan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan regulasi di atas kertas, melainkan perubahan fundamental dalam cara pasar beroperasi, bagaimana transparansi ditegakkan, dan bagaimana perlindungan investor diberikan secara nyata.
“Kita ingin pasar modal kita menjadi mesin pertumbuhan. Untuk itu, reformasi di OJK harus menyentuh akar permasalahan, yaitu bagaimana menciptakan ekosistem yang menarik bagi investor domestik maupun global, namun tetap menjaga integritas dan keamanan pasar,” ungkap Presiden dalam sebuah kesempatan.
Reformasi OJK: Menuju Ekosistem Keuangan yang Inklusif dan Transparan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas sektor jasa keuangan kini memikul tanggung jawab besar untuk mengeksekusi kebijakan reformasi tersebut. Fokus utama reformasi ini mencakup modernisasi infrastruktur pasar, penguatan pengawasan berbasis teknologi, hingga penyederhanaan proses birokrasi bagi emiten.
Presiden Prabowo meyakini bahwa dengan regulasi yang lebih lincah (agile), perusahaan-perusahaan di Indonesia, terutama yang bergerak di sektor hilirisasi industri, akan lebih mudah mendapatkan suntikan modal dari pasar. Hal ini sangat krusial mengingat arah kebijakan pemerintah yang sangat menekankan pada penguatan nilai tambah industri dalam negeri melalui hilirisasi.
Melalui reformasi ini, OJK diharapkan mampu menciptakan level playing field yang adil bagi seluruh pelaku pasar. Tidak boleh ada lagi celah bagi praktik-praktik manipulasi pasar yang dapat merugikan investor ritel, yang selama ini menjadi basis pertumbuhan jumlah investor di Indonesia.