DWJ Manajement - PORTAL

Riwayat Hari Bhakti Postel yang Perayaannya Digelar Hari Ini

Oleh: DWJ-Manajement • 27 Sep 2026
Riwayat Hari Bhakti Postel yang Perayaannya Digelar Hari Ini

Mengenang Perjuangan di Balik Hari Bhakti Postel: Jejak Heroik Pengambilalihan Kantor PTT di Bandung

Peringatan Hari Bhakti Postel yang jatuh pada hari ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah pengingat akan momentum krusial dalam mempertahankan kedaulatan komunikasi Republik Indonesia.

Setiap tanggal 27 September, seluruh insan di bidang pos dan telekomunikasi di Indonesia memperingati Hari Bhakti Postel. Perayaan ini bukan tanpa alasan. Di balik kemegahan teknologi digital dan kecepatan internet yang kita nikmati saat ini, tersimpan sejarah panjang tentang keberanian dan diplomasi fisik dalam merebut aset negara dari tangan penjajah.

Peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk menengok kembali peristiwa heroik yang terjadi di Bandung pada tahun 1945. Peristiwa tersebut menjadi tonggak berdirinya kedaulatan komunikasi Indonesia, yang dimulai dari pengambilalihan Kantor PTT (Post, Telegraf, dan Telepon) dari tangan pendudukan Jepang.

Akar Sejarah: Detik-Detik Pengambilalihan Kantor PTT Bandung

Sejarah mencatat bahwa setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, Indonesia tidak serta-merta memiliki kendali penuh atas infrastruktur vital negara. Salah satu aset paling strategis saat itu adalah kantor-kantor komunikasi. Pada masa itu, komunikasi adalah urat nadi pemerintahan; tanpa kemampuan untuk mengirim pesan dan koordinasi jarak jauh, kemerdekaan akan sulit dipertahankan.

Di Bandung, situasi sempat memanas. Kantor PTT yang menjadi pusat kendali komunikasi di Jawa Barat masih berada di bawah pengawasan ketat tentara Jepang. Bagi para pejuang dan pemuda Indonesia, membiarkan kantor tersebut tetap dikuasai Jepang sama saja dengan membiarkan jalur informasi negara tetap berada di bawah kendali musuh.

Pada tanggal 27 September 1945, sebuah aksi heroik dilakukan. Melalui koordinasi yang rapi dan keberanian yang tinggi, para pemuda dan pegawai PTT yang pro-Republik melakukan aksi pengambilalihan kantor tersebut. Aksi ini dilakukan bukan hanya dengan kekuatan fisik, tetapi juga dengan strategi untuk memastikan bahwa peralatan komunikasi tidak rusak dan tetap bisa digunakan untuk kepentingan negara yang baru berdiri.

Keberhasilan pengambilalihan ini menjadi kemenangan psikologis sekaligus teknis bagi Indonesia. Dengan menguasai Kantor PTT Bandung, pemerintah pusat di Jakarta dapat mulai membangun jaringan komunikasi yang lebih stabil dengan daerah-daerah, termasuk di wilayah Jawa Barat, guna mengonsolidasi kekuatan mempertahankan kemerdekaan.

Mengapa Komunikasi Begitu Vital bagi Kemerdekaan?

Mungkin banyak dari kita yang bertanya, mengapa pengambilalihan kantor pos dan telegraf dianggap sebagai peristiwa besar? Jawabannya terletak pada peran komunikasi sebagai "multiplier effect" dalam perjuangan kemerdekaan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa aset komunikasi menjadi target utama para pejuang:

Koordinasi Militer: Tanpa telegraf dan telepon, koordinasi antara satuan-satuan pejuang di berbagai daerah akan sangat lambat dan mudah dipatahkan oleh musuh.