DWJ Manajement - PORTAL

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.920 Pagi Ini

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.920 Pagi Ini

Rupiah Terpuruk di Awal Pekan, Dolar AS Melambung Tembus Rp17.920

Tekanan global dan penguatan indeks dolar AS membuat mata uang Garuda kehilangan daya saing di pasar spot pagi ini.

Nilai tukar rupiah kembali menghadapi ujian berat di awal perdagangan pekan ini. Mata uang Garuda dilaporkan mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan pasar pagi ini. Berdasarkan data perdagangan terbaru, nilai tukar rupiah terpantau merosot hingga menyentuh level Rp17.920 per dolar AS.

Kondisi ini mengejutkan pelaku pasar mengingat volatilitas mata uang domestik yang sebelumnya sempat menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Pelemahan ini menandakan masih kuatnya dominasi dolar AS di pasar global, yang memberikan tekanan hebat bagi mata uang negara-negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.

Melemahnya rupiah di level psikologis tersebut memicu kekhawatiran terkait stabilitas nilai tukar dan dampaknya terhadap inflasi domestik. Para analis pasar memantau ketat pergerakan ini, mengingat sentimen global yang sedang tidak menentu akibat kebijakan moneter Amerika Serikat dan dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Faktor Pemicu Lonjakan Dolar AS

Para pengamat ekonomi menilai bahwa pelemahan rupiah tidak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor fundamental yang menjadi motor penggerak penguatan dolar AS secara masif. Kekuatan dolar AS saat ini didorong oleh kombinasi kebijakan moneter yang ketat serta persepsi risiko investor global.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang diidentifikasi menjadi penyebab melambungnya dolar AS pagi ini:

Kebijakan Moneter Federal Reserve (The Fed): Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat tetap menjadi faktor penentu utama. Jika The Fed menunjukkan sikap yang lebih 'hawkish' atau mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama, maka aliran modal akan cenderung mengalir kembali ke aset-aset berdenominasi dolar.

Indeks Dolar (DXY) yang Menguat: Penguatan indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang utama dunia menunjukkan bahwa permintaan terhadap dolar tetap tinggi. Hal ini secara otomatis menekan mata uang lainnya, termasuk rupiah.