DWJ Manajement - PORTAL

Saham Dua Grup Konglomerat Jadi Incaran Asing

Oleh: DWJ-Manajement 24 Jul 2026
Saham Dua Grup Konglomerat Jadi Incaran Asing

Kontras di Tengah Koreksi IHSG: Investor Asing Borong Saham Grup Prajogo Pangestu dan Bakrie, Sektor Perbankan Justru Ditinggalkan

Fenomena rotasi sektor sedang terjadi di pasar modal Indonesia. Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan koreksi, aliran dana asing justru mengalir deras ke saham-saham milik dua konglomerat besar, yakni Grup Prajogo Pangestu dan Grup Bakrie, sembari melepas kepemilikan di sektor perbankan.

Pergerakan pasar modal Indonesia belakangan ini menunjukkan dinamika yang sangat menarik untuk dicermati oleh para pelaku pasar. Di tengah fluktuasi indeks yang cenderung menekan psikologis investor ritel, terlihat adanya pergeseran strategi yang signifikan dari para pemegang modal besar atau investor asing. Alih-alih mempertahankan posisi di saham-saham blue-chip perbankan yang selama ini menjadi jangkar IHSG, investor asing justru melakukan aksi beli agresif pada emiten-emiten yang terafiliasi dengan Grup Prajogo Pangestu dan Grup Bakrie.

Kondisi ini menandakan adanya fenomena rotasi sektor (sector rotation) yang sedang berlangsung. Investor tampaknya mulai mencari peluang pertumbuhan (growth) di tengah ketidakpastian ekonomi makro, daripada tetap bertahan di saham-saham defensif yang memiliki valuasi relatif tinggi. Berikut adalah analisis mendalam mengenai alasan di balik pergerakan modal asing tersebut.

Magnet Pertumbuhan: Mengapa Grup Prajogo Pangestu Jadi Incaran?

Salah satu sorotan utama dalam arus modal asing belakangan ini adalah keberpihakan investor pada saham-saham yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu. Grup Barito, yang merupakan payung besar dari berbagai lini bisnis Prajogo, telah menjadi primadona baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), hingga PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi tujuan utama akumulasi asing.

Narasi Transisi Energi dan Pertumbuhan Agresif

Ada alasan fundamental yang kuat mengapa investor asing bersedia masuk ke saham-saham grup ini meskipun harganya sudah sering dianggap premium. Pertama, narasi transisi energi hijau dunia memberikan angin segar bagi emiten seperti BREN yang bergerak di sektor energi terbarukan. Investor global saat ini memiliki mandat ESG (Environmental, Social, and Governance) yang sangat ketat, sehingga saham-saham yang memiliki keterkaitan langsung dengan energi bersih menjadi magnet modal yang tak terbendung.

Kedua, agresivitas ekspansi bisnis yang dilakukan oleh Prajogo Pangestu melalui berbagai aksi korporasi—mulai dari akuisisi hingga penambahan modal—memberikan ekspektasi pertumbuhan laba yang signifikan di masa depan. Investor asing cenderung melihat bahwa valuasi saat ini masih mencerminkan potensi pertumbuhan jangka panjang (long-term growth) yang jauh lebih besar dibandingkan emiten konvensional lainnya.

Kebangkitan Grup Bakrie: Strategi Turnaround dan Komoditas

Selain grup Prajogo, nama besar Bakrie juga kembali mencuat dalam radar investor asing. Setelah sekian lama mengalami tekanan, beberapa emiten dalam ekosistem Grup Bakrie mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan atau "turnaround story" yang menarik bagi spekulan maupun investor institusi.