DWJ Manajement - PORTAL

Saham GOTO-DADA Anjlok Usai Batas Saham Gocap Dihapus

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
Saham GOTO-DADA Anjlok Usai Batas Saham Gocap Dihapus

Saham GOTO Terjun Bebas di Pembukaan Perdagangan Usai Penghapusan Batas Harga Gocap

Kebijakan baru Bursa Efek Indonesia memicu volatilitas tinggi; investor mulai melakukan aksi jual masif.

JAKARTA - Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan pergerakan ekstrem pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada pembukaan perdagangan Senin pagi (28/9/2026). Raksasa ekosistem digital tanah air tersebut dilaporkan langsung meluncur ke bawah level psikologis Rp 50 per lembar saham, menyusul kebijakan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang secara resmi menghapus batas harga minimum saham atau yang selama ini dikenal dengan istilah "harga gocap".

Penurunan tajam ini memicu kepanikan di kalangan investor ritel maupun institusi. Sejak bel perdagangan dibuka, tekanan jual terlihat begitu masif, membuat grafik harga GOTO terjun bebas tanpa adanya penahan (support) yang kuat sebagaimana yang terjadi pada periode-periode sebelumnya. Fenomena ini menandai babak baru dalam dinamika perdagangan di Bursa Efek Indonesia, di mana saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar kini memiliki risiko volatilitas yang jauh lebih tinggi.

Efek Domino Penghapusan Batas Harga Gocap

Selama bertahun-tahun, level Rp 50 atau "gocap" telah menjadi batas aman atau lantai (floor) bagi saham-saham yang sedang mengalami tren penurunan (bearish). Batas ini berfungsi sebagai mekanisme perlindungan bagi investor agar saham tidak jatuh ke titik nol, yang secara teoritis dapat menghentikan likuiditas perdagangan secara total. Namun, dengan dihapusnya aturan tersebut, saham kini diperbolehkan bergerak di bawah Rp 50, mengikuti mekanisme pasar yang murni.

Keputusan regulator untuk menghapus batas harga minimum ini diambil dengan tujuan untuk menciptakan pasar yang lebih efisien dan mencerminkan nilai fundamental perusahaan secara real-time. Namun, bagi saham-saham dengan sentimen negatif yang kuat seperti GOTO, penghapusan aturan ini justru menjadi "pisau bermata dua" yang mempercepat proses penurunan harga.

Beberapa faktor yang mendasari mengapa penghapusan aturan ini berdampak sangat destruktif terhadap GOTO antara lain: