DWJ Manajement - PORTAL

Saham Waskita (WSKT) Terancam Ditendang BEI, Ini Kata COO Danantara

Oleh: DWJ-Manajement 18 Aug 2026
Saham Waskita (WSKT) Terancam Ditendang BEI, Ini Kata COO Danantara

```html

Nasib Saham Waskita Karya (WSKT) di Ujung Tanduk, COO Danantara Soroti Urgensi Penyehatan Fundamental

JAKARTA - Ketidakpastian menyelimuti pasar modal Indonesia menyusul munculnya potensi ancaman delisting atau penghapusan pencatatan saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Di tengah gejolak ini, perhatian publik kini tertuju pada peran Danantara dalam menata ulang kesehatan perusahaan-perusahaan BUMN yang tengah mengalami tekanan finansial berat.

COO Danantara, Dony Oskaria, memberikan pernyataan penting terkait kondisi ini. Ia menekankan bahwa langkah penyelamatan tidak bisa hanya bersifat jangka pendek, melainkan harus menyentuh akar permasalahan, yakni penguatan fundamental perusahaan.

Ancaman Delisting dan Tekanan Pasar pada WSKT

Saham Waskita Karya telah menjadi sorotan tajam dalam beberapa periode terakhir. Performa harga saham yang terus merosot dan kondisi keuangan yang tertekan akibat beban utang yang tinggi telah menempatkan WSKT dalam posisi rentan. Jika tidak segera dilakukan langkah-langkah perbaikan yang signifikan, BEI memiliki wewenang untuk melakukan delisting, yang tentu akan berdampak luas bagi para investor, baik institusi maupun ritel.

Delisting bukan sekadar hilangnya status perusahaan terbuka, namun merupakan sinyal buruk bagi kepercayaan pasar terhadap kemampuan BUMN dalam mengelola aset dan kewajibannya. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai likuiditas perusahaan dan kemampuan mereka dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kondisi WSKT saat ini antara lain:

Beban Utang yang Tinggi: Tingginya rasio utang terhadap ekuitas akibat ekspansi proyek infrastruktur yang masif di masa lalu.

Arus Kas yang Terganggu: Keterlambatan pembayaran dari proyek-proyek strategis yang menghambat perputaran modal kerja.

Sentimen Pasar Negatif: Ketidakpastian mengenai skema restrukturisasi utang yang terus berjalan.