DWJ Manajement - PORTAL

Tak Cuma soal Energi, Begini Cara Pertamina Jaga Lingkungan

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
Tak Cuma soal Energi, Begini Cara Pertamina Jaga Lingkungan

Tak Hanya Soal Ketahanan Energi, Ini Langkah Nyata Pertamina dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

Komitmen keberlanjutan melalui implementasi ESG dan transformasi menuju energi hijau secara menyeluruh.

Di tengah dinamika krisis iklim global yang semakin nyata, peran perusahaan energi tidak lagi sekadar menjadi penyedia bahan bakar untuk menggerakkan roda ekonomi. Tantangan dunia saat ini telah bergeser; industri energi dituntut untuk mampu menyelaraskan antara pemenuhan kebutuhan energi nasional dengan tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi nasional, terus melakukan transformasi besar-besaran yang tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga pada aspek lingkungan dan keberlanjutan.

Pertamina menyadari bahwa keberlangsungan bisnis jangka panjang sangat bergantung pada bagaimana perusahaan mampu mengelola dampak lingkungannya. Melalui pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG), perusahaan pelat merah ini mengintegrasikan praktik ramah lingkungan ke dalam setiap lini operasionalnya. Langkah ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan sebuah manifestasi dari visi besar untuk mendukung target pemerintah Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Transformasi Menuju Energi Rendah Karbon dan Dekarbonisasi

Salah satu pilar utama dalam strategi keberlanjutan Pertamina adalah melakukan transisi energi dari sumber daya fosil menuju sumber energi yang lebih bersih dan terbarukan. Upaya dekarbonisasi ini menjadi prioritas utama untuk menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses produksi dan distribusi energi.

Pertamina telah menginisiasi berbagai proyek strategis untuk mempercepat adopsi energi bersih. Beberapa langkah konkret yang telah dan sedang dijalankan meliputi:

Pengembangan Biofuel: Pertamina secara masif mendorong penggunaan bahan bakar nabati atau biofuel. Salah satu keberhasilan yang telah dirasakan masyarakat adalah implementasi program mandatori biodiesel, seperti B35, yang menggunakan campuran minyak sawit untuk mengurangi ketergantungan pada diesel berbasis fosil. Pengembangan ini juga mencakup riset terhadap bahan bakar nabati berbasis alga dan limbah organik lainnya.

Optimalisasi Energi Geothermal: Memanfaatkan potensi panas bumi Indonesia yang melimpah, Pertamina melalui subholding geothermal terus melakukan eksplorasi dan pengembangan lapangan panas bumi. Energi geothermal merupakan salah satu sumber energi terbarukan paling stabil yang dapat menjadi tulang punggung beban dasar (baseload) listrik hijau di Indonesia.

Pemanfaatan Energi Surya dan Angin: Di berbagai area operasional, termasuk kilang dan kantor-kantor pusat, Pertamina mulai mengintegrasikan panel surya (PLTS) sebagai sumber energi mandiri yang ramah lingkungan untuk mengurangi jejak karbon operasional.

Pengembangan Green Hydrogen: Sebagai teknologi masa depan, Pertamina mulai melakukan riset dan pengembangan mengenai hidrogen hijau. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi bersih untuk industri berat dan transportasi yang sulit menggunakan energi listrik baterai.