DWJ Manajement - PORTAL

Tambang Baru Freeport Rp 72 T Beroperasi 2029, Simpan Harta Karun Segini

Oleh: DWJ-Manajement 17 Aug 2026
Tambang Baru Freeport Rp 72 T Beroperasi 2029, Simpan Harta Karun Segini

Investasi Fantastis Rp 72 Triliun, Tambang Baru Freeport 'Kucing Liar' di Papua Siap Beroperasi 2029

Langkah strategis PT Freeport Indonesia dalam memperpanjang usia operasional dan memperkuat cadangan tembaga serta emas nasional melalui proyek Kucing Liar.

PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam industri pertambangan global melalui rencana ekspansi besar-besaran di tanah Papua. Perusahaan tambang raksasa ini secara resmi mengumumkan rencana pengembangan tambang baru yang diberi nama Tambang Kucing Liar. Proyek ambisius ini diproyeksikan akan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2029 mendatang.

Tidak main-main, nilai investasi yang digelontorkan untuk menggarap potensi di Tambang Kucing Liar ini mencapai angka yang sangat fantastis, yakni sekitar Rp 72 triliun. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memastikan keberlanjutan produksi tembaga dan emas, mengingat cadangan di tambang utama lainnya, seperti Grasberg, terus mengalami penyesuaian dalam siklus hidup operasionalnya.

Mengenal Tambang Kucing Liar: Proyek Strategis di Papua Tengah

Tambang Kucing Liar berlokasi di wilayah Papua Tengah, sebuah area yang memang telah lama dikenal sebagai jantung kekayaan mineral Indonesia. Pengembangan tambang ini bukan sekadar proyek tambahan, melainkan merupakan pilar penting dalam peta jalan (roadmap) PT Freeport Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan komoditas mineral yang dibutuhkan dunia.

Proyek ini melibatkan perencanaan yang sangat kompleks, mulai dari studi kelayakan, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga persiapan teknologi penambangan yang akan digunakan. Dengan target operasional pada 2029, PTFI memiliki waktu sekitar lima tahun ke depan untuk memastikan seluruh aspek teknis, lingkungan, dan sosial telah terpenuhi sesuai dengan standar internasional yang ketat.

Pengembangan Tambang Kucing Liar diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah, mengenai keberlangsungan aktivitas ekonomi di wilayah Papua. Hal ini sangat krusial mengingat peran vital Freeport dalam memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan pendapatan negara secara keseluruhan.

Investasi Jumbo Rp 72 Triliun dan Dampak Ekonomi Nasional

Angka Rp 72 triliun yang disiapkan untuk proyek ini mencerminkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi terhadap potensi cadangan mineral di Indonesia. Investasi sebesar ini akan mengalir ke berbagai sektor, mulai dari pengadaan alat berat, pembangunan jalan akses, penyediaan energi, hingga pengembangan fasilitas pengolahan.

Secara makro, masuknya modal sebesar ini ke sektor pertambangan akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian nasional. Beberapa poin utama dampak ekonomi yang diharapkan antara lain:

Peningkatan Investasi Asing dan Domestik: Proyek ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang ramah investasi di sektor ekstraktif.