Trans Mall Group Gebrak Sektor Energi Terbarukan, Pasang PLTS 12,34 MWp di 16 Lokasi Strategis
Langkah progresif dalam dekarbonisasi dan efisiensi operasional melalui pemanfaatan energi surya secara masif.
Dalam upaya nyata mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE), Trans Mall Group mengambil langkah besar dengan melakukan implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap secara masif. Perusahaan ritel dan pengelola pusat perbelanjaan terkemuka ini secara resmi mengumumkan pemasangan PLTS dengan kapasitas total mencapai 12,34 Megawatt peak (MWp) yang tersebar di 16 lokasi berbeda.
Langkah ini tidak hanya menjadi simbol komitmen lingkungan perusahaan, tetapi juga merupakan strategi bisnis yang cerdas dalam menghadapi fluktuasi biaya energi. Dengan memanfaatkan luas atap pusat perbelanjaan yang sangat memadai, Trans Mall Group berhasil mengonversi area yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber energi bersih yang berkelanjutan.
Transformasi Energi: Skala Besar dan Jangkauan Luas
Pemasangan PLTS sebesar 12,34 MWp di 16 lokasi merupakan salah satu proyek energi terbarukan skala korporasi terbesar di sektor ritel Indonesia saat ini. Proyek ini mencakup berbagai pusat perbelanjaan milik grup yang tersebar di berbagai wilayah strategis, memastikan bahwa manfaat dari energi surya ini dapat dirasakan secara langsung di setiap titik operasional.
Pemilihan teknologi PLTS Atap dinilai sebagai solusi paling efektif bagi pengelola gedung komersial. Karakteristik gedung mall yang memiliki profil beban listrik tinggi pada siang hari sangat selaras dengan karakteristik produksi energi surya yang mencapai puncaknya saat matahari berada di posisi tertinggi. Hal ini menciptakan sinergi antara produksi energi dan konsumsi energi secara real-time.
Berikut adalah beberapa poin utama dari implementasi proyek PLTS Trans Mall Group:
Kapasitas Total: 12,34 MWp (Megawatt peak).
Cakupan Lokasi: 16 lokasi pusat perbelanjaan di berbagai daerah.
Teknologi: PLTS Atap (Rooftop Solar PV) yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan gedung.
Tujuan Utama: Efisiensi biaya operasional dan pengurangan jejak karbon.