DWJ Manajement - PORTAL

Video: IHSG Pangkas Koreksi di Tengah Perang - Prabowo Copot Purbaya

Oleh: DWJ-Manajement 16 Sep 2026
Video: IHSG Pangkas Koreksi di Tengah Perang - Prabowo Copot Purbaya

```html

IHSG Berhasil Pangkas Koreksi di Tengah Ketegangan Perang, Langkah Prabowo Copot Purbaya Jadi Sorotan Pasar

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan perlawanan yang cukup signifikan di tengah tekanan geopolitik global yang kian memanas. Meskipun dihantam sentimen perang yang memicu ketidakpastian pasar, indeks saham unggulan Indonesia ini berhasil memangkas koreksi yang sempat membayangi pergerakan pasar pada awal pekan ini.

Namun, di tengah upaya pemulihan pasar modal tersebut, perhatian investor justru teralihkan oleh dinamika politik dalam negeri. Kabar mengenai langkah Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Purbaya dari jabatannya memicu berbagai spekulasi mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan. Kombinasi antara risiko geopolitik dunia dan perombakan kabinet ekonomi ini menciptakan volatilitas yang tinggi di lantai bursa.

Dinamika Pasar di Tengah Bayang-Bayang Konflik Global

Kondisi pasar modal global saat ini tengah berada dalam fase "wait and see" akibat eskalasi konflik bersenjata di beberapa titik panas dunia. Perang yang terjadi tidak hanya berdampak pada aspek kemanusiaan, tetapi juga merembet ke stabilitas ekonomi makro, terutama terkait rantai pasok energi dan komoditas pangan.

Sentimen perang ini secara otomatis memicu aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang (emerging markets) menuju aset-aset aman atau safe-haven assets seperti emas dan dolar Amerika Serikat. Hal inilah yang sempat menekan IHSG ke zona merah pada pembukaan perdagangan sebelumnya.

Meskipun demikian, IHSG menunjukkan ketangguhan dengan melakukan aksi beli (buying pressure) pada beberapa saham blue-chip yang memiliki fundamental kuat. Langkah ini berhasil menekan laju penurunan indeks, atau yang sering disebut oleh para trader sebagai upaya "memangkas koreksi". Beberapa faktor yang mendukung perlawanan IHSG antara lain:

Kekuatan Fundamental Emiten: Perusahaan-perusahaan besar di sektor perbankan dan konsumsi masih menunjukkan kinerja keuangan yang solid.

Aksi Beli Investor Domestik: Investor ritel dan institusi dalam negeri tampak berusaha memanfaatkan momentum penurunan harga untuk melakukan akumulasi.

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Meskipun berfluktuasi, pergerakan Rupiah yang relatif terkendali membantu meredam kepanikan pasar.