DWJ Manajement - PORTAL

14 Saham Kompak Nyungsep ke Bawah Gocap!

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
14 Saham Kompak Nyungsep ke Bawah Gocap!

Kinerja Fundamental yang Melemah: Banyak saham yang berada di level rendah merupakan emiten yang memiliki masalah pada fundamentalnya, seperti kerugian berturut-turut, rasio utang yang tinggi, atau masalah dalam tata kelola perusahaan (good corporate governance).

Aksi Jual Masif (Panic Selling): Ketika harga mulai menyentuh level psikologis tertentu, investor ritel seringkali bereaksi secara emosional dengan melakukan aksi jual secara serentak untuk menghindari kerugian yang lebih dalam, yang justru memperparah penurunan harga.

Ketidakpastian Likuiditas: Saham-saham yang masuk dalam kategori saham "tidur" atau memiliki volume transaksi rendah sangat rentan terhadap fluktuasi harga yang ekstrem. Sedikit saja aksi jual dari pemegang saham besar dapat dengan mudah mendorong harga ke level Rp 50.

Risiko Berinvestasi pada Saham di Zona Merah

Bagi investor ritel, melihat deretan saham yang berada di level gocap bisa menjadi pemandangan yang menakutkan. Ada risiko nyata yang harus dihadapi ketika seseorang memutuskan untuk memegang atau membeli saham yang sedang berada di tren menurun tajam.

Risiko pertama adalah risiko likuiditas. Saham yang sudah menyentuh harga Rp 50 seringkali mengalami kondisi "antrean jual yang menumpuk" di satu sisi, sementara di sisi beli (bid) sangat tipis atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini menyebabkan investor kesulitan untuk menjual sahamnya kembali (exit strategy), meskipun mereka sangat membutuhkan dana tersebut.

Risiko kedua adalah risiko delisting atau penghapusan pencatatan saham dari bursa. Perusahaan yang terus-menerus menunjukkan kinerja buruk dan harga sahamnya tertahan di level terendah berisiko masuk ke dalam Papan Pemantauan Khusus. Jika kondisi ini berlanjut tanpa adanya perbaikan fundamental, bursa memiliki kewenangan untuk melakukan delisting terhadap emiten tersebut.

Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar yang Ekstrem

Menghadapi situasi pasar yang sedang tidak bersahabat, investor tidak boleh hanya mengandalkan intuisi. Diperlukan strategi yang matang agar modal yang dimiliki tidak habis termakan oleh volatilitas yang tidak terprediksi. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain: