Namun, di balik rasa aman tersebut, menyimpan emas dalam jumlah besar di rumah memiliki risiko tersendiri, mulai dari risiko pencurian hingga risiko kehilangan akibat bencana alam, yang secara ekonomi sebenarnya dapat diminimalisir jika aset tersebut dikelola melalui lembaga keuangan resmi.
Dampak Ekonomi: Potensi "Idle Money" yang Menghambat Pertumbuhan
Pemerintah dan para ekonom menyoroti bahwa jumlah 1.800 ton emas yang tidak terintegrasi ini merupakan bentuk idle money atau uang menganggur dalam skala raksasa. Dalam ekosistem ekonomi modern, perputaran uang sangatlah krusial. Ketika aset dalam jumlah Rp 4.500 triliun hanya tersimpan diam di rumah-rumah warga, maka fungsi uang sebagai penggerak roda ekonomi menjadi terhambat.
Jika emas-emas tersebut masuk ke dalam sistem keuangan, dampaknya terhadap perekonomian nasional akan sangat masif, di antaranya:
1. Peningkatan Likuiditas Perbankan
Jika masyarakat mulai mengonversi emas mereka menjadi simpanan atau menggunakan emas sebagai agunan di bank, maka likuiditas perbankan akan meningkat. Likuiditas yang tinggi memungkinkan bank untuk menyalurkan kredit lebih banyak kepada sektor UMKM maupun korporasi, yang pada akhirnya akan mendorong produktivitas nasional.
2. Penguatan Pasar Modal dan Investasi
Integrasi emas ke dalam instrumen investasi digital atau reksa dana berbasis emas akan memberikan suntikan modal besar ke pasar keuangan. Hal ini dapat meningkatkan kedalaman pasar modal Indonesia, membuat pasar kita lebih stabil dan menarik bagi investor asing.
3. Peningkatan Pendapatan Negara
Dengan masuknya emas ke dalam sistem yang terdaftar, pemerintah dapat lebih mudah melakukan pengawasan terhadap perputaran kekayaan. Hal ini juga berkaitan dengan potensi penerimaan pajak dari transaksi investasi yang dilakukan oleh masyarakat secara legal dan terdata.
Langkah Strategis Pemerintah dan Digitalisasi Emas
Menyikapi tantangan ini, pemerintah bersama otoritas moneter terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis untuk menarik aset masyarakat masuk ke dalam sistem keuangan. Salah satu kunci utamanya adalah melalui digitalisasi aset emas.