Pemesanan Tiket Online: Pastikan telah melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini, sistem pembayaran di pelabuhan sudah tidak melayani pembelian tiket secara tunai di tempat (on the spot).
Datang Lebih Awal: Meskipun sudah memiliki tiket, pengguna jasa disarankan untuk tiba di area pelabuhan sesuai dengan waktu yang tertera pada tiket untuk menghindari kendala teknis.
Mematuhi Petunjuk Petugas: Ikuti instruksi dari petugas di lapangan terkait alur masuk dan keluar kendaraan demi menjaga ketertiban.
Cek Kondisi Kendaraan: Pastikan kendaraan dalam kondisi prima agar tidak terjadi kendala teknis saat proses loading ke dalam kapal.
Tantangan Operasional di Lapangan
Meskipun 26 kapal telah dikerahkan, ASDP tetap menghadapi berbagai tantangan operasional yang dinamis. Faktor cuaca, seperti tinggi gelombang di Selat Bali, seringkali menjadi variabel yang tidak dapat diprediksi. Cuaca buruk dapat mempengaruhi kecepatan kapal dan frekuensi keberangkatan demi keselamatan pelayaran.
Selain faktor alam, kompleksitas jenis kendaraan yang melintas juga menjadi tantangan tersendiri. Perbedaan dimensi kendaraan memerlukan ketelitian tinggi saat proses bongkar muat (loading/unloading) agar tidak terjadi kerusakan pada aset kapal maupun kendaraan pengguna jasa. Oleh karena itu, petugas di lapangan terus dibekali dengan pelatihan intensif untuk menangani berbagai situasi darurat dan menjaga standar keselamatan kerja yang tinggi.
Komitmen Keselamatan Pelayaran
Di tengah upaya percepatan layanan, aspek keselamatan tidak boleh dikorbankan. PT ASDP menekankan bahwa kecepatan penguraian antrean harus berjalan selaras dengan kepatuhan terhadap protokol keselamatan pelayaran (safety of life at sea). Setiap kapal yang beroperasi telah melalui pemeriksaan teknis secara berkala untuk memastikan kelayakan laut.
Pengawasan terhadap kelaikan kapal, kondisi kru, hingga peralatan keselamatan di atas kapal terus ditingkatkan. Hal ini bertujuan agar pengguna jasa tidak hanya mendapatkan layanan yang cepat, tetapi juga merasa aman selama perjalanan menyeberangi Selat Bali.
Kesimpulan
Pengerahan 26 kapal oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merupakan langkah proaktif dan strategis dalam menghadapi lonjakan arus kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dengan menambah kapasitas angkut, mengoptimalkan manajemen armada, dan mengintegrasikan teknologi digital melalui Ferizy, ASDP berupaya keras memastikan kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat tetap terjaga.
Keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan operasional perusahaan dengan kedisiplinan pengguna jasa dalam mengikuti aturan penyeberangan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan hambatan di jalur penyeberangan Jawa-Bali dapat diminimalisir, yang pada akhirnya akan mendukung stabilitas ekonomi dan kelancaran distribusi barang secara nasional.