DWJ Manajement - PORTAL

26 Saham Gocap Longsor, Bos BEI Buka Suara

Oleh: DWJ-Manajement • 29 Sep 2026
26 Saham Gocap Longsor, Bos BEI Buka Suara

Likuiditas yang Rendah: Saham-saham ini seringkali memiliki volume transaksi yang kecil, sehingga ketika ada tekanan jual dari satu atau dua pemegang saham besar, harga akan sangat mudah merosot.

Spekulasi Tinggi: Sebagian besar pergerakan harga saham lapis ketiga ini didorong oleh spekulasi pasar daripada kinerja fundamental perusahaan yang kuat.

Sentimen Negatif: Seringkali saham-saham ini mengalami penurunan karena adanya masalah fundamental, seperti kinerja keuangan yang terus memburuk atau isu keberlangsungan usaha (going concern).

Psikologi Pasar: Ketika sebuah saham sudah menyentuh level Rp50, banyak investor ritel yang terjebak dalam kepanikan (panic selling) karena merasa dana mereka akan "nyangkut" di saham yang tidak bisa bergerak naik lagi.

Risiko Investasi pada Saham Lapis Ketiga

Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang sangat cepat (high return) jika harga naik, saham-saham di level Rp50 membawa risiko yang setara atau bahkan lebih besar (high risk). Investor perlu memahami bahwa masuk ke dalam kelompok saham ini bukan lagi sekadar berinvestasi, melainkan lebih menyerupai aktivitas spekulasi atau berjudi dengan volatilitas tinggi.

Ketika sebuah saham masuk ke dalam fase "longsor" atau terkena ARB berkali-kali, tantangan terbesarnya adalah likuiditas. Investor mungkin akan kesulitan untuk menjual saham tersebut karena tidak ada pembeli di harga pasar. Kondisi ini sering disebut dengan istilah "saham mati" atau saham yang tidak likuid, di mana pemilik saham hanya bisa melihat nilai portofolionya turun tanpa bisa melakukan aksi jual.

BEI sendiri terus mengimbau agar investor lebih bijak dalam memilih instrumen investasi. Memahami profil risiko dan tidak hanya tergiur dengan harga saham yang murah adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan portofolio investasi jangka panjang.

Tips Bagi Investor Menghadapi Saham Volatil

Untuk menghindari terjebak dalam fenomena saham gocap yang merugi, berikut adalah beberapa langkah strategis yang dapat diambil oleh investor: