Keamanan Navigasi: Gangguan pada sistem sensor pesawat akibat partikel abu yang pekat di udara.
Langkah Mitigasi dan Respon Otoritas
Menanggapi situasi darurat ini, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menginstruksikan seluruh pengelola bandara di wilayah terdampak untuk menerapkan prosedur darurat. Langkah-langkah yang diambil meliputi pembersihan landasan pacu jika terdapat endapan abu, serta pengalihan rute penerbangan ke bandara alternatif yang berada di luar zona bahaya.
Pihak AirNav Indonesia juga tengah bekerja keras mengatur ulang lalu lintas udara (air traffic management) agar tidak terjadi penumpukan pesawat di wilayah udara yang terdampak. Pengalihan rute ini bertujuan agar arus logistik dan mobilitas penumpang tetap bisa berjalan, meskipun dengan waktu tempuh yang lebih lama.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memberikan pembaruan status aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala. Masyarakat dan pelaku industri transportasi diminta untuk selalu memantau informasi resmi agar tidak terjebak dalam simpang siur informasi atau hoaks terkait dampak erupsi.
Imbauan Bagi Penumpang dan Pelaku Perjalanan
Situasi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jasa penerbangan. Banyak penumpang yang terjebak di terminal bandara akibat pembatalan mendadak. Untuk menghadapi kondisi ini, otoritas penerbangan memberikan beberapa imbauan penting kepada masyarakat:
1. Pantau Status Penerbangan Secara Real-Time
Penumpang sangat disarankan untuk tidak langsung menuju bandara sebelum mendapatkan konfirmasi resmi mengenai status penerbangan mereka. Gunakan aplikasi resmi maskapai, situs web bandara, atau menghubungi call center maskapai terkait untuk memastikan apakah jadwal Anda tetap tersedia atau mengalami perubahan.
2. Siapkan Dokumen dan Rencana Cadangan
Dalam situasi darurat seperti ini, perubahan jadwal bisa terjadi kapan saja. Pastikan dokumen perjalanan seperti KTP, paspor, dan tiket dalam kondisi siap. Selain itu, bagi Anda yang memiliki agenda penting, sangat disarankan untuk mempertimbangkan moda transportasi alternatif seperti kereta api atau jalur darat lainnya jika memungkinkan.