DWJ Manajement - PORTAL

450 Perusahaan Hadir di RailwayTech dan INAMARINE 2026 di JIExpo Kemayoran

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jul 2026
450 Perusahaan Hadir di RailwayTech dan INAMARINE 2026 di JIExpo Kemayoran

INAMARINE 2026: Memperkuat Kedaulatan Maritim dan Ekonomi Biru

Bersamaan dengan RailwayTech, ajang INAMARINE 2026 akan membawa fokus pada kekuatan laut Indonesia. Sebagai negara maritim terbesar di dunia, efisiensi pelayaran dan penguatan industri perkapalan adalah kunci utama dalam menekan biaya logistik nasional yang selama ini masih menjadi tantangan besar.

INAMARINE akan mempertemukan para produsen kapal, pengembang pelabuhan, penyedia teknologi navigasi, hingga pelaku industri energi lepas pantai. Melalui pameran ini, diharapkan terjadi transfer teknologi yang signifikan bagi pelaku industri dalam negeri agar mampu bersaing di kancah internasional.

Pilar Utama Industri Maritim di INAMARINE 2026

Dalam gelaran INAMARINE mendatang, terdapat beberapa sektor strategis yang akan mendapatkan porsi perhatian besar:

Shipbuilding & Repair: Teknologi pembangunan kapal baru serta metode perbaikan kapal yang lebih cepat dan efisien.

Port Technology: Digitalisasi pelabuhan (smart port) untuk memperlancar arus barang dan mengurangi waktu tunggu kapal (dwelling time).

Marine Equipment: Berbagai perlengkapan navigasi, mesin kapal, hingga sistem keamanan laut.

Offshore Industry: Teknologi pendukung untuk eksplorasi energi di lepas pantai yang semakin kompleks.

Sinergi Transportasi Darat dan Laut: Kunci Efisiensi Logistik Nasional

Mengapa penyelenggaraan RailwayTech dan INAMARINE secara bersamaan menjadi sangat strategis? Jawabannya terletak pada integrasi moda transportasi. Dalam rantai pasok (supply chain) modern, konektivitas antara moda transportasi rel dan maritim adalah tulang punggung efisiensi ekonomi.

Ketidaksinambungan antara akses pelabuhan dengan jalur kereta api logistik seringkali menjadi titik lemah dalam distribusi barang. Dengan hadirnya 450 perusahaan dari berbagai disiplin ilmu ini, diharapkan tercipta dialog antar-industri yang mampu melahirkan solusi integrasi "pintu ke pintu" (door-to-door) yang lebih lancar.