DWJ Manajement - PORTAL

5 Bandara di NTT Rusak Akibat Gempa, Ini Daftarnya

Oleh: DWJ-Manajement 18 Aug 2026
5 Bandara di NTT Rusak Akibat Gempa, Ini Daftarnya

2. Bandara Komodo, Labuan Bajo

3. Bandara Frans Seda, Kupang

Bandara Frans Seda di Kupang, yang merupakan bandara tersibuk di NTT, juga tidak luput dari dampak gempa. Kerusakan dilaporkan terjadi pada beberapa fasilitas pendukung di area terminal penumpang. Mengingat peran vitalnya sebagai pusat distribusi logistik ke pulau-pulau lain di NTT, gangguan di bandara ini dapat berdampak langsung pada ketersediaan kebutuhan pokok di wilayah sekitarnya.

4. Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya

Di wilayah Sumba, Bandara Tambolaka melaporkan adanya dampak guncangan yang merusak beberapa bagian struktur bangunan. Pihak otoritas setempat kini tengah melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk melakukan perbaikan darurat agar gangguan terhadap aktivitas ekonomi di Sumba dapat diminimalisir.

5. Bandara Mali, Alor

Bandara Mali di Kabupaten Alor juga masuk dalam daftar bandara yang terdampak. Mengingat letak geografisnya yang cukup terpencil, kerusakan pada fasilitas bandara di Alor dapat mengakibatkan isolasi transportasi udara bagi masyarakat setempat. Kerusakan dilaporkan mencakup beberapa fasilitas teknis yang mendukung operasional penerbangan di wilayah tersebut.

Ancaman Terhadap Konektivitas dan Distribusi Logistik

Kerusakan pada lima bandara tersebut bukan sekadar masalah infrastruktur fisik, melainkan ancaman nyata terhadap konektivitas wilayah. NTT memiliki tantangan geografis yang besar dengan ribuan pulau. Transportasi laut seringkali membutuhkan waktu lama, sehingga pesawat terbang menjadi pilihan utama untuk pengiriman barang-barang cepat rusak (perishable goods) seperti bahan pangan, obat-obatan, dan alat kesehatan.

Jika bandara-bandara tersebut mengalami gangguan operasional dalam jangka waktu lama, maka risiko kelangkaan barang di wilayah pelosok NTT akan meningkat. Selain itu, biaya logistik diprediksi akan membengkak karena dialihkan menggunakan moda transportasi lain yang lebih lambat dan mahal. Hal ini pada akhirnya akan memicu kenaikan harga barang di tingkat konsumen di NTT.

Langkah Cepat Otoritas Penerbangan dan Pemerintah Pusat