DWJ Manajement - PORTAL

513,9 Km Listrik Aliran Atas KRL Jabodetabek Dirawat, Ini Prosesnya

Oleh: DWJ-Manajement • 08 Sep 2026
513,9 Km Listrik Aliran Atas KRL Jabodetabek Dirawat, Ini Prosesnya

Keandalan Suplai Daya: Gangguan pada tegangan listrik dapat menyebabkan kereta kehilangan tenaga di tengah jalur, yang berujung pada kemacetan perjalanan.

Keamanan Operasional: Kondisi kabel yang tidak stabil atau isolator yang rusak dapat memicu hubungan arus pendek (korsleting) yang membahayakan keselamatan kru maupun penumpang.

Keawetan Komponen: Pemeliharaan yang rutin memastikan bahwa komponen seperti pantograf pada kereta tidak mengalami kerusakan akibat gesekan dengan kabel yang tidak rata atau tidak dalam kondisi optimal.

Efisiensi Energi: Infrastruktur yang terawat dengan baik memastikan distribusi listrik berjalan efisien tanpa banyak energi yang terbuang akibat resistensi yang tidak perlu.

Tahapan dan Proses Pemeliharaan LAA

Melakukan perawatan pada kabel listrik yang membentang ratusan kilometer di area pemukiman padat dan jalur aktif memerlukan prosedur yang sangat ketat. KAI Properti menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang komprehensif dalam menjalankan proses ini.

1. Inspeksi Visual dan Pengukuran BerkalaTahap pertama dalam pemeliharaan ini adalah inspeksi. Tim teknis melakukan pengecekan visual untuk melihat apakah ada bagian kabel yang melandai, aus, atau mengalami korosi. Selain itu, dilakukan pengukuran tegangan dan arus listrik untuk memastikan distribusi daya sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan.

2. Pembersihan IsolatorSalah satu penyebab utama gangguan listrik pada jalur kereta adalah penumpukan kotoran, debu, hingga polusi pada isolator. Isolator berfungsi untuk memisahkan kabel bertegangan tinggi dari tiang penyangga. Jika isolator kotor, dapat terjadi kebocoran arus yang memicu percikan api atau hubungan arus pendek. Oleh karena itu, pembersihan isolator secara berkala menjadi agenda wajib dalam pemeliharaan ini.

3. Penyesuaian Tegangan Kabel (Tensioning)Kabel LAA sangat dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan. Pada siang hari yang panas, kabel cenderung memuai dan melandai, sementara pada malam hari yang dingin, kabel bisa mengencang. Jika tidak dikelola, perubahan ini dapat merusak sistem. Proses tensioning atau penyesuaian tegangan memastikan kabel tetap berada pada posisi yang presisi agar pantograf kereta dapat meluncur dengan mulus.