DWJ Manajement - PORTAL

7 Bandara Ditutup, 2.300 Penerbangan Terdampak

Oleh: DWJ-Manajement • 07 Sep 2026
7 Bandara Ditutup, 2.300 Penerbangan Terdampak

Gangguan Visi Pilot: Sebaran abu yang tebal dapat mengurangi jarak pandang pilot secara drastis, sehingga menyulitkan proses navigasi, terutama saat fase lepas landas (take-off) maupun mendarat (landing).

Erosi pada Komponen Pesawat: Partikel yang tajam dapat menyebabkan erosi pada kaca kokpit, sensor kecepatan (pitot tubes), dan permukaan aerodinamis pesawat lainnya, yang dapat mengganggu akurasi data instrumen penerbangan.

Kegagalan Sistem Sensor: Abu vulkanik dapat menyumbat sensor-sensor kritis yang berfungsi memberikan informasi penting mengenai kondisi pesawat kepada pilot.

Mengingat risiko yang sangat fatal tersebut, otoritas penerbangan tidak memiliki pilihan lain selain melakukan penutupan bandara demi menjamin keselamatan nyawa penumpang dan kru pesawat.

Kondisi di Lapangan: Ribuan Penumpang Terjebak

Situasi di sejumlah terminal bandara yang terdampak terpantau cukup padat. Banyak penumpang yang terjebak dalam ketidakpastian akibat jadwal penerbangan yang terus berubah. Di beberapa titik, terlihat antrean panjang di konter layanan pelanggan maskapai penerbangan, di mana para penumpang menanyakan kepastian mengenai jadwal keberangkatan atau prosedur pengembalian dana (refund).

Pihak maskapai penerbangan terus berupaya melakukan penyesuaian jadwal. Namun, dengan jumlah penerbangan yang terdampak mencapai 2.300 jadwal, proses koordinasi memerlukan waktu yang tidak singkat. Beberapa maskapai telah menyarankan penumpang untuk melakukan pengecekan secara berkala melalui aplikasi resmi mereka atau menghubungi layanan pelanggan masing-masing.

Bagi penumpang yang mengalami pembatalan, sebagian besar maskias menawarkan opsi berupa penjadwalan ulang (rescheduling) tanpa biaya tambahan atau pengembalian dana sesuai dengan regulasi perlindungan konsumen yang berlaku. Meski demikian, penumpukan penumpang di bandara tetap menjadi tantangan logistik bagi pengelola bandara dan penyedia jasa transportasi.

Koordinasi Antar-Lembaga dalam Penanganan Krisis