DWJ Manajement - PORTAL

748 Orang Direkrut Jadi Petugas Jaga Lintasan Kereta

Oleh: DWJ-Manajement 21 Sep 2026
748 Orang Direkrut Jadi Petugas Jaga Lintasan Kereta

Beberapa aspek utama yang menjadi fokus dalam pelatihan ini meliputi:

Pemahaman Sinyal dan Komunikasi: Petugas dilatih untuk memahami arti sinyal kereta api dan bagaimana berkomunikasi secara efektif dengan pusat kendali (control center) maupun dengan masinis jika terjadi situasi darurat.

Prosedur Pengoperasian Palang Pintu: Kemampuan teknis dalam mengoperasikan alat pengaman lintasan, baik yang bersifat manual maupun semi-otomatis, menjadi keterampilan wajib.

Mitigasi Risiko dan Penanganan Darurat: Peserta dibekali kemampuan untuk mengambil tindakan cepat saat terjadi kendala teknis di lintasan, seperti kendaraan yang mogok di tengah rel atau gangguan pada sistem persinyalan.

Etika dan Pelayanan Publik: Mengingat petugas akan berinteraksi langsung dengan masyarakat, aspek komunikasi interpersonal dan ketegasan dalam menegakkan aturan keselamatan juga menjadi materi penting.

Menekan Angka Kecelakaan Melalui Pendekatan Preventif

Langkah rekrutmen ini merupakan bentuk pergeseran paradigma dari penanganan pasca-kecelakaan (reaktif) menuju pencegahan kecelakaan (preventif). Dengan menempatkan personel yang kompeten di titik-titik strategis, peluang terjadinya kecelakaan dapat diminimalisir melalui deteksi dini dan intervensi langsung di lapangan.

Selain faktor manusia, keberadaan petugas jaga lintasan yang bersertifikat juga berfungsi sebagai pengawas terhadap kelayakan fasilitas di sekitar perlintasan. Mereka dapat melaporkan secara cepat jika melihat adanya kerusakan pada rambu, marka jalan, atau alat pemberi isyarat elektrik (APIE) yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga perbaikan dapat segera dilakukan sebelum menimbulkan risiko.