DWJ Manajement - PORTAL

776 Titik Panas Kepung Kalsel, BMKG Sebut Jarak Pandang 200 Meter

Oleh: DWJ-Manajement 22 Aug 2026
776 Titik Panas Kepung Kalsel, BMKG Sebut Jarak Pandang 200 Meter

Asap Mulai Meluas ke Kalimantan Tengah dan Timur

Krisis kabut asap ini tidak hanya terkunci di wilayah Kalimantan Selatan. BMKG mencatat adanya pergerakan massa asap yang terbawa oleh arah angin, sehingga mulai merambah ke wilayah provinsi tetangga, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla di Pulau Kalimantan telah menjadi masalah lintas batas (transboundary haze). Jika intensitas titik panas tidak segera ditekan, maka wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur akan mengalami penurunan kualitas udara yang serupa, yang pada akhirnya akan memperluas cakupan dampak kesehatan dan ekonomi secara regional.

Ancaman Kesehatan Masyarakat: Waspadai ISPA

Selain gangguan pada sektor transportasi, dampak yang paling mengancam nyawa adalah kesehatan manusia. Asap yang dihasilkan dari pembakaran lahan mengandung partikel halus (PM2.5) yang sangat berbahaya jika terhirup oleh sistem pernapasan manusia. Partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan bahkan merembes ke dalam aliran darah.

Pemerintah melalui instansi kesehatan telah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai munculnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti asma atau jantung, menjadi pihak yang paling berisiko tinggi mengalami komplikasi kesehatan serius.

Langkah Mitigasi yang Harus Dilakukan Masyarakat

Menyikapi kondisi yang kian mencekam ini, otoritas terkait mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah preventif guna meminimalisir dampak buruk dari kabut asap. Berikut adalah beberapa panduan keselamatan yang disarankan:

Gunakan Masker Standar: Sangat disarankan menggunakan masker jenis N95 atau minimal masker medis saat beraktivitas di luar ruangan untuk menyaring partikel asap halus.

Kurangi Aktivitas Luar Ruangan: Hindari melakukan olahraga atau pekerjaan berat di luar rumah selama kabut asap masih tebal.

Pantau Kualitas Udara: Masyarakat diharapkan rutin memantau indeks standar pencemaran udara (ISPU) melalui aplikasi atau situs resmi BMKG dan KLHK.