DWJ Manajement - PORTAL

Ada Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung, Zulhas: Kita Tertibkan

Oleh: DWJ-Manajement 12 Aug 2026
Ada Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung, Zulhas: Kita Tertibkan

Target 80 Ribu Kopdes Merah Putih, Zulhas Soroti Pembangunan di Lokasi Pegunungan: Kita Tertibkan!

Jakarta - Pemerintah tengah memacu langkah besar dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan nasional melalui program pembangunan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Namun, di tengah ambisi besar tersebut, muncul tantangan serius terkait efektivitas lokasi pembangunan yang dinilai kurang strategis.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa dalam proses pemetaan dan persiapan, ditemukan fakta bahwa beberapa titik pembangunan Kopdes Merah Putih justru berada di lokasi yang sangat sulit dijangkau, bahkan hingga ke daerah pegunungan yang aksesibilitasnya minim. Menanggapi hal ini, Zulhas menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan program ini berjalan secara serampangan tanpa perhitungan matang.

Tantangan Geografis di Balik Ambisi 80 Ribu Kopdes Merah Putih

Program Kopdes Merah Putih dirancang sebagai tulang punggung distribusi pangan dan penguatan ekonomi di tingkat desa. Dengan target 80.000 unit, program ini diharapkan mampu menyentuh hampir seluruh pelosok negeri guna memastikan ketersediaan pangan yang merata dan stabil.

Namun, ambisi besar ini terbentur pada realitas geografis Indonesia yang kompleks. Zulkifli Hasan menyoroti adanya ketidaksesuaian antara target jumlah koperasi dengan pemilihan lokasi yang ideal. Ia mencatat, terdapat laporan mengenai rencana atau proses pembangunan koperasi yang justru berlokasi di daerah pegunungan dengan akses jalan yang sangat terbatas.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan operasional koperasi tersebut di masa depan. Sebuah koperasi, pada hakikatnya, memerlukan arus distribusi barang dan manusia yang lancar agar fungsi ekonominya dapat berjalan. Jika lokasi pembangunan terlalu terisolasi, maka biaya logistik akan membengkak dan justru menjadi beban bagi masyarakat desa itu sendiri.

Evaluasi Lokasi yang Sulit Dijangkau

Menanggapi temuan tersebut, Menko Pangan menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik lokasi pembangunan yang telah direncanakan. Langkah ini diambil agar pembangunan 80.000 koperasi tersebut tidak hanya sekadar mengejar angka atau kuantitas, melainkan mengutamakan kualitas dan kemanfaatan nyata.

“Ada Kopdes Merah Putih yang dibangun di gunung. Ini yang akan kita tertibkan. Kita harus pastikan lokasinya tepat, bisa diakses, dan memang dibutuhkan oleh masyarakat setempat,” tegas Zulkifli Hasan dalam keterangannya kepada media.

Istilah "tertibkan" yang digunakan oleh Zulhas bukan berarti membatalkan program secara masif, melainkan melakukan reorganisasi, relokasi, atau penyesuaian rencana pembangunan agar sesuai dengan prinsip efisiensi ekonomi. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk pembangunan Kopdes Merah Putih memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang maksimal bagi kesejahteraan petani dan warga desa.

Mengapa Efisiensi Lokasi Sangat Krusial bagi Ketahanan Pangan?

Pembangunan koperasi desa dalam kerangka ketahanan pangan nasional bukan sekadar membangun gedung atau kantor. Koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat pengumpulan hasil panen (collection point), gudang penyimpanan (storage), hingga pusat distribusi sarana produksi pertanian (saprotan).