DWJ Manajement - PORTAL

Ada Uang Rupiah Bertandatangan Purbaya, Jadi Buruan Warga Karena Langka!

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
Ada Uang Rupiah Bertandatangan Purbaya, Jadi Buruan Warga Karena Langka!

Daya Tarik di Mata Para Kolektor (Numismatis)

Bagi para kolektor, berburu uang kertas bukan sekadar hobi, melainkan sebuah investasi. Ada beberapa faktor utama mengapa uang pecahan Rp 100.000 dengan tanda tangan Purbaya ini menjadi primadona:

Faktor Kelangkaan (Scarcity): Semakin sedikit jumlah uang tersebut yang beredar di masyarakat, semakin tinggi nilai prestisiusnya.

Nilai Historis: Tanda tangan pejabat tertentu pada periode waktu tertentu memberikan catatan sejarah mengenai masa kepemimpinan atau kebijakan moneter saat uang tersebut diterbitkan.

Kondisi Fisik (Grade): Kolektor sangat memperhatikan kondisi uang. Uang yang masih mulus, tidak terlipat, tidak kotor, dan tidak lecek (sering disebut kondisi UNC atau Uncirculated) akan memiliki nilai yang berkali-kali lipat lebih mahal.

Potensi Investasi: Seperti barang antik lainnya, harga uang langka cenderung stabil bahkan meningkat seiring berjalannya waktu, menjadikannya instrumen investasi alternatif bagi sebagian orang.

Memahami Perbedaan Nilai Nominal dan Nilai Koleksi

Sangat penting bagi masyarakat awam untuk memahami perbedaan antara nilai nominal dan nilai koleksi agar tidak terjadi kesalahpahaman saat bertransaksi. Nilai nominal adalah angka yang tertera pada uang, dalam hal ini Rp 100.000, yang merupakan nilai beli barang atau jasa secara langsung.

Sementara itu, nilai koleksi (collector value) adalah nilai tambahan yang diberikan oleh pasar kolektor berdasarkan tingkat kesulitan mendapatkan uang tersebut. Misalnya, seseorang mungkin saja menjual uang Rp 100.000 bertanda tangan Purbaya tersebut seharga Rp 500.000 atau bahkan jutaan rupiah kepada kolektor. Namun, jika Anda membawanya ke kasir minimarket, Anda tetap hanya akan menerima kembalian senilai Rp 100.000.

Tips Bagi Masyarakat yang Menemukan Uang Tersebut