Penyederhanaan Regulasi Pajak bagi Agen Asuransi: PAAI mengusulkan adanya regulasi khusus atau penyederhanaan aturan yang mengatur perpajakan bagi tenaga pemasar asuransi. Saat ini, perbedaan interpretasi mengenai status kepegawaian versus mitra mandiri seringkali membuat agen terjebak dalam skema pajak yang tidak menguntungkan.
Kepastian Hukum Mengenai Objek Pajak Komisi: Diperlukan kejelasan mengenai bagaimana komisi asuransi dipandang dalam sistem perpajakan nasional. PAAI meminta agar tidak terjadi pengenaan pajak ganda atau pemotongan yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan ekonomi, terutama bagi agen yang berstatus mitra independen.
Pemberian Insentif Pajak bagi Agen Bersertifikasi: Sebagai upaya mendorong profesionalisme, PAAI mengusulkan adanya insentif atau pengurangan beban pajak bagi agen yang telah memiliki sertifikasi profesi resmi. Hal ini diharapkan dapat memacu agen untuk terus meningkatkan kompetensi mereka demi perlindungan konsumen yang lebih baik.
Harmonisasi Kebijakan Fiskal dengan Industri Keuangan: PAAI mendorong pemerintah dan DPR untuk menyelaraskan kebijakan pajak dengan tujuan besar pemerintah dalam meningkatkan penetrasi asuransi. Kebijakan pajak seharusnya menjadi pendorong (driver), bukan penghambat dalam pertumbuhan industri jasa keuangan.
Dampak Terhadap Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional
Mengapa masalah pajak agen asuransi ini begitu penting bagi negara? Jawabannya terletak pada peran agen sebagai penggerak literasi keuangan. Agen asuransi adalah pihak yang paling sering berinteraksi dengan masyarakat untuk menjelaskan pentingnya manajemen risiko melalui produk asuransi.
Ketika beban finansial agen meningkat akibat pajak yang tidak efisien, kapasitas mereka untuk melakukan edukasi secara luas dapat terganggu. Jika agen merasa profesi ini tidak lagi menjanjikan secara ekonomi karena potongan pajak yang tinggi, maka minat generasi muda untuk terjun ke industri ini akan menurun. Akibatnya, penetrasi asuransi di Indonesia akan berjalan lambat, dan target inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah bisa sulit tercapai.
Selain itu, perlindungan konsumen juga menjadi taruhan. Agen yang profesional adalah agen yang memiliki waktu dan sumber daya untuk memberikan layanan purna jual yang baik. Beban ekonomi yang berlebihan dapat memicu pergeseran fokus agen dari kualitas layanan menjadi sekadar mengejar kuantitas untuk menutup beban biaya operasional dan pajak.