DWJ Manajement - PORTAL

Airlangga, Purbaya dan OJK-LPS Tanggapi Calon Bos BI Destry Damayanti

Oleh: DWJ-Manajement 12 Aug 2026
Airlangga, Purbaya dan OJK-LPS Tanggapi Calon Bos BI Destry Damayanti

Dukungan Mengalir untuk Destry Damayanti: Airlangga, OJK, hingga LPS Kawal Calon Gubernur BI Baru

Rekam jejak mumpuni di sektor keuangan menjadi alasan utama para pemangku kepentingan optimis terhadap kepemimpinan Destry Damayanti.

Proses suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) kini memasuki babak baru yang krusial bagi stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika pasar global yang tidak menentu, nama Destry Damayanti muncul sebagai kandidat kuat yang mendapatkan dukungan luas dari berbagai lini pemangku kepentingan ekonomi. Mulai dari pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, para pakar ekonomi, hingga lembaga pengawas keuangan seperti OJK dan LPS, semuanya mulai menyuarakan optimisme terhadap kapabilitas sosok wanita tangguh ini.

Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia bukan sekadar rotasi jabatan rutin. Ini adalah momentum strategis untuk memastikan kesinambungan kebijakan moneter yang mampu merespons tantangan ekonomi digital, volatilitas nilai tukar, serta upaya menjaga inflasi di tengah ketidakpastian geopolitik dunia. Dukungan yang mengalir menunjukkan adanya kepercayaan kolektif bahwa Destry memiliki kompetensi teknis dan integritas yang dibutuhkan untuk memimpin bank sentral Indonesia.

Pandangan Airlangga Hartarto: Pentingnya Sinergi Kebijakan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan sinyal positif terkait pencalonan Destry Damayanti. Dalam berbagai kesempatan, Airlangga menekankan bahwa stabilitas ekonomi nasional sangat bergantung pada harmonisasi antara kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah dan kebijakan moneter yang dikelola oleh Bank Indonesia.

Menurut Airlangga, sosok pemimpin BI di masa mendatang harus mampu menjembatani kepentingan pertumbuhan ekonomi dengan terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah. Destry, dengan pengalamannya yang panjang di kementerian keuangan dan sektor kebijakan fiskal, dinilai memiliki pemahaman mendalam mengenai bagaimana kebijakan moneter dapat bersinergi dengan kebijakan fiskal untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif.

Beberapa poin penting yang menjadi perhatian pemerintah dalam proses transisi ini meliputi:

Sinkronisasi Kebijakan: Menghindari terjadinya kebijakan yang saling bertabrakan antara pemerintah dan bank sentral.

Ketahanan Ekonomi: Memastikan BI memiliki ketangkasan dalam menghadapi guncangan eksternal seperti kenaikan suku bunga global.

Dukungan Sektor Riil: Memastikan kebijakan moneter tetap mampu mendukung akses pembiayaan bagi sektor-sektor produktif di Indonesia.

Analisis Purbaya Yudhi Sadullah: Menakar Kompetensi Teknis