DWJ Manajement - PORTAL

Airlangga Ungkap Alasan Tarif Listrik Tak Naik Meski Selat Hormuz Memanas

Oleh: DWJ-Manajement 19 Aug 2026
Airlangga Ungkap Alasan Tarif Listrik Tak Naik Meski Selat Hormuz Memanas

```html

Selat Hormuz Memanas, Mengapa Tarif Listrik Indonesia Tetap Stabil? Airlangga Hartarto Beri Penjelasan

Jakarta - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, kembali menjadi sorotan dunia. Konflik yang melibatkan aktor-aktor besar di wilayah tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok energi global, terutama minyak mentah. Di tengah ancaman kenaikan harga komoditas energi dunia, masyarakat Indonesia pun mulai bertanya-tanya: apakah kenaikan harga minyak dunia akan berdampak langsung pada tarif listrik rumah tangga?

Menanggapi keresahan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan penjelasan teknis mengenai struktur energi nasional yang menjadi benteng pertahanan Indonesia terhadap fluktuasi harga minyak dunia. Menurut Airlangga, kenaikan harga minyak akibat memanasnya situasi di Selat Hormuz tidak serta-merta akan membuat tarif listrik melonjak tajam.

Ketergantungan pada Batu Bara Sebagai Kunci Ketahanan Energi

Airlangga menjelaskan bahwa alasan utama mengapa tarif listrik di Indonesia relatif stabil adalah karena komposisi bauran energi yang digunakan dalam proses pembangkitan listrik nasional masih sangat bergantung pada batu bara. Meskipun harga minyak mentah dunia sangat sensitif terhadap konflik di Timur Tengah, penggunaan batu bara dalam sektor kelistrikan memberikan ruang bernapas bagi pemerintah dan PLN.

Dalam keterangannya, Airlangga menekankan bahwa batu bara memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas biaya energi di dalam negeri. Berikut adalah beberapa poin utama yang disampaikan terkait struktur energi kita:

Dominasi Batu Bara: Indonesia masih sangat bergantung pada batu bara untuk menggerakkan roda pembangkit listrik.

Persentase Signifikan: Hampir 50 persen dari kebutuhan listrik nasional saat ini dipasok melalui penggunaan batu bara.

Mitigasi Risiko: Ketergantungan ini secara tidak langsung menjadi mitigasi terhadap volatilitas harga minyak mentah global yang sering kali dipicu oleh isu geopolitik.