Integrasi dengan Koridor TransJakarta: Stasiun Pramuka merupakan titik pertemuan penting antara LRT Jakarta dengan rute bus TransJakarta. Pengerjaan difokuskan pada pembangunan jalur penghubung yang langsung menghubungkan area stasiun dengan halte bus, sehingga penumpang tidak perlu menyeberang jalan raya yang padat.
Penyediaan Jalur Pedestrian Ramah Disabilitas: Sesuai dengan standar transportasi modern, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil menjadi prioritas. Pembangunan ramp, ubin pemandu (guiding block), serta lift di area stasiun terus dimatangkan.
Penataan Area First and Last Mile: Masalah klasik transportasi publik adalah kesulitan penumpang saat berpindah dari rumah menuju stasiun (first mile) atau dari stasiun menuju tujuan akhir (last mile). Pengerjaan mencakup penataan area untuk ojek daring dan angkutan pengumpan agar lebih tertib.
Keamanan dan Penerangan Jalan: Mengingat operasional LRT yang berlangsung hingga malam hari, peningkatan penerangan di jalur pedestrian menuju Stasiun Proklamasi juga menjadi agenda utama untuk menjamin keamanan penumpang.
Tantangan Integrasi di Kawasan Padat Penduduk
Melakukan pembangunan infrastruktur di tengah kota yang sudah padat seperti kawasan Pramuka dan Proklamasi bukanlah perkara mudah. Kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah ruang yang terbatas dan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, hingga pengelola jalan tol di sekitar kawasan tersebut.
Pengerjaan jalan dan trotoar di sekitar stasiun seringkali harus dilakukan secara bertahap agar tidak memicu kemacetan parah yang dapat mengganggu arus lalu lintas di jalan protokol. Hal inilah yang menyebabkan meskipun layanan kereta sudah berjalan, sebagian akses fisik menuju stasiun masih terlihat dalam proses konstruksi.
Mendorong Budaya Transportasi Publik yang Seamless