DWJ Manajement - PORTAL

Alasan BEI Keluarkan 92 Saham dari FCA

Oleh: DWJ-Manajement • 29 Sep 2026
Alasan BEI Keluarkan 92 Saham dari FCA

```html

BEI Bongkar Alasan di Balik Keluarnya 92 Saham dari Mekanisme Full Call Auction (FCA)

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya memberikan penjelasan mendalam terkait keputusan strategis yang melibatkan ratusan emiten di pasar modal tanah air. Langkah ini diambil menyusul adanya perubahan signifikan pada status 92 saham yang sebelumnya berada dalam mekanisme perdagangan Full Call Auction (FCA) kini telah resmi dikeluarkan dari mekanisme tersebut.

Keputusan ini sempat menjadi sorotan tajam para pelaku pasar, mulai dari investor ritel hingga institusi, mengingat mekanisme FCA memiliki dampak langsung terhadap likuiditas dan psikologi perdagangan saham-saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus. BEI menegaskan bahwa langkah ini bukanlah keputusan spontan, melainkan hasil dari evaluasi berkala terhadap efektivitas regulasi yang ada.

Memahami Mekanisme Full Call Auction (FCA) dan Kontroversinya

Sebelum masuk ke alasan teknis, penting untuk memahami apa itu Full Call Auction. Dalam perdagangan normal di bursa, harga terbentuk melalui mekanisme continuous auction, di mana setiap kali ada pertemuan antara harga beli dan harga jual, transaksi langsung terjadi secara real-time.

Namun, untuk saham-saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus, BEI menerapkan mekanisme FCA. Dalam mekanisme ini, transaksi tidak terjadi secara terus-menerus, melainkan dikumpulkan dalam periode waktu tertentu (batch) dan harga pembentuknya ditentukan melalui proses penawaran kolektif. Hal inilah yang seringkali memicu ketidaknyamanan bagi investor ritel karena minimnya transparansi harga secara real-time selama proses auction berlangsung.

Penerapan FCA pada awalnya bertujuan sebagai alat kendali untuk melindungi investor dari volatilitas ekstrem dan praktik manipulasi pada saham-saham yang memiliki fundamental atau likuiditas yang bermasalah. Namun, dalam perjalanannya, mekanisme ini dianggap terlalu restriktif bagi beberapa emiten yang sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan kinerja.

Evaluasi Berbasis Data dan Likuiditas Pasar

Pihak Bursa menjelaskan bahwa alasan utama keluarnya 92 saham dari mekanisme FCA adalah hasil evaluasi terhadap indikator-indikator kesehatan emiten tersebut. BEI tidak menggunakan pendekatan subjektif, melainkan berbasis pada data perdagangan dan pemenuhan kriteria tertentu yang telah ditetapkan dalam peraturan bursa.

Beberapa faktor utama yang mendasari keputusan ini antara lain: