Perbaikan Likuiditas: Saham-saham yang sebelumnya dianggap tidak likuid, kini menunjukkan volume perdagangan yang stabil dan mencukupi syarat perdagangan normal.
Pemenuhan Kriteria Papan Utama dan Pengembangan: Banyak emiten yang telah berhasil memperbaiki struktur permodalan atau memenuhi kriteria administratif sehingga tidak lagi layak berada di Papan Pemantauan Khusus.
Stabilitas Harga: BEI melihat adanya penurunan tingkat volatilitas yang tidak wajar pada saham-saham tersebut, sehingga risiko terhadap investor dianggap sudah kembali ke level yang dapat dikelola melalui mekanisme continuous auction.
Respons terhadap Feedback Pasar: Hasil evaluasi ini juga mempertimbangkan masukan dari para pelaku pasar mengenai efisiensi perdagangan dan kemudahan akses likuiditas bagi investor.
Transparansi dan Perlindungan Investor Tetap Menjadi Prioritas
Meskipun 92 saham telah dikeluarkan dari FCA, BEI menegaskan bahwa bukan berarti pengawasan terhadap saham-saham tersebut dilonggarkan. Justru, pengawasan dilakukan dengan pendekatan yang lebih proporsional. BEI menekankan bahwa tujuan utama dari Papan Pemantauan Khusus adalah untuk memberikan "label" atau peringatan dini kepada investor mengenai kondisi tertentu pada sebuah emiten.
Pihak Bursa menyatakan bahwa mekanisme FCA tetap akan digunakan bagi emiten yang benar-benar memenuhi kriteria risiko tinggi. Kriteria tersebut mencakup emiten dengan ekuitas negatif, tidak memiliki pendapatan, atau saham yang mengalami suspensi dalam jangka waktu lama. Dengan mengeluarkan saham yang sudah "sehat" dari FCA, BEI sebenarnya sedang melakukan upaya normalisasi pasar.
Dampak Positif bagi Ekosistem Pasar Modal
Langkah pengeluaran 92 saham ini diprediksi akan membawa dampak positif bagi ekosistem pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Setidaknya ada tiga dampak utama yang dapat dirasakan:
Peningkatan Volume Perdagangan: Dengan kembalinya mekanisme continuous auction, investor dapat lebih mudah melakukan eksekusi order, yang pada gilirannya akan meningkatkan volume transaksi harian pada saham-saham tersebut.