Meskipun hasil paper test memberikan lampu hijau secara administratif, Menhub menjelaskan bahwa ada perbedaan signifikan antara simulasi di atas kertas dengan realitas operasional di lapangan. Ada beberapa alasan krusial mengapa otoritas penerbangan memilih untuk tidak langsung membuka gerbang bandara tersebut secara total.
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa ketelitian ekstra tetap dilakukan:
Validasi Lapangan (Physical Check): Paper test hanya menguji prosedur dan dokumentasi. Kementerian Perhubungan masih perlu melakukan verifikasi fisik untuk memastikan bahwa peralatan teknis, infrastruktur, dan fasilitas pendukung berfungsi 100% sesuai dengan apa yang tertulis dalam dokumen.
Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM): Kesiapan personel di lapangan, mulai dari petugas ATC (Air Traffic Control), petugas keamanan bandara, hingga staf layanan darurat, harus diuji melalui simulasi langsung untuk melihat respons mereka terhadap situasi nyata.
Sinkronisasi Sistem Digital: Bandara modern sangat bergantung pada integrasi sistem digital. Menhub ingin memastikan bahwa ketika beban operasional kembali tinggi, sistem navigasi dan sistem manajemen bandara dapat bekerja secara sinkron tanpa kendala teknis.
Mitigasi Risiko Tak Terduga: Dalam dunia penerbangan, kesalahan kecil bisa berdampak fatal. Pemerintah ingin memastikan seluruh protokol mitigasi bencana dan keadaan darurat telah teruji secara praktis, bukan sekadar simulasi dokumen.
Penerapan Prinsip "Safety First" di Atas Kecepatan Operasional