DWJ Manajement - PORTAL

Ancaman Siber Melonjak, Perusahaan Prioritaskan Pengelolaan Perangkat

Oleh: DWJ-Manajement 23 Jul 2026
Ancaman Siber Melonjak, Perusahaan Prioritaskan Pengelolaan Perangkat

Ancaman Siber Melonjak Tajam, Perusahaan di Indonesia Mulai Prioritaskan Pengelolaan Perangkat Digital

Kolaborasi Hexnode dan Ingram Micro hadirkan solusi manajemen endpoint guna perkuat benteng pertahanan data perusahaan dari serangan siber yang kian canggih.

Lanskap digital di Indonesia tengah menghadapi tantangan serius seiring dengan meningkatnya volume dan kompleksitas serangan siber. Di tengah akselerasi transformasi digital yang masif, celah keamanan pada perangkat-perangkat yang digunakan oleh karyawan menjadi titik lemah yang kian rentan dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber. Menanggapi situasi ini, para pelaku bisnis kini mulai mengalihkan fokus strategis mereka pada penguatan pengelolaan perangkat atau endpoint management sebagai garda terdepan pertahanan data.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Seiring dengan diterapkannya kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA), batasan antara jaringan kantor yang aman dan jaringan rumah yang publik menjadi kabur. Perangkat seperti laptop, smartphone, dan tablet yang digunakan karyawan kini menjadi target utama serangan ransomware, phishing, hingga pencurian identitas digital yang dapat melumpuhkan operasional perusahaan dalam sekejap.

Urgensi Pengelolaan Endpoint di Tengah Eskalasi Serangan Siber

Serangan siber di Indonesia tidak lagi sekadar gangguan teknis kecil, melainkan telah bertransformasi menjadi ancaman eksistensial bagi keberlangsungan bisnis. Data menunjukkan bahwa sektor perbankan, e-commerce, hingga instansi pemerintah menjadi sasaran empuk bagi para peretas. Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah melalui perangkat ujung (endpoint) yang tidak terkelola dengan baik.

Ketika sebuah perangkat tidak memiliki protokol keamanan yang terstandarisasi, risiko kebocoran data menjadi sangat tinggi. Tanpa manajemen yang terpusat, departemen IT akan kesulitan untuk memantau perangkat mana yang sudah kedaluwarsa sistem operasinya, perangkat mana yang terinfeksi malware, hingga perangkat mana yang hilang atau dicuri. Ketidakmampuan dalam mengontrol akses pada perangkat inilah yang sering kali menjadi pintu masuk bagi serangan siber skala besar.

Oleh karena itu, pengelolaan perangkat digital kini bukan lagi dianggap sebagai kebutuhan pendukung, melainkan investasi keamanan yang krusial. Perusahaan dituntut untuk memiliki visibilitas penuh terhadap seluruh aset digital mereka, mulai dari proses pendaftaran perangkat hingga penghapusan data secara jarak jauh jika terjadi insiden keamanan.

Kolaborasi Hexnode dan Ingram Micro: Solusi Strategis bagi Korporasi

Melihat kebutuhan pasar yang mendesak tersebut, Hexnode, penyedia solusi manajemen perangkat global, menjalin kolaborasi strategis dengan Ingram Micro di Indonesia. Sinergi ini bertujuan untuk menghadirkan solusi Unified Endpoint Management (UEM) yang komprehensif guna membantu perusahaan lokal dalam memitigasi risiko siber melalui pengelolaan perangkat yang lebih cerdas dan terintegrasi.

Melalui kemitraan ini, perusahaan-perusahaan di Indonesia kini memiliki akses yang lebih mudah terhadap teknologi manajemen perangkat yang mampu mengelola berbagai platform secara bersamaan, mulai dari iOS, Android, Windows, hingga macOS. Hal ini sangat relevan mengingat lingkungan kerja modern sangat heterogen, di mana karyawan sering kali menggunakan perangkat dengan sistem operasi yang berbeda-beda.