Berikut adalah delapan program prioritas yang akan dijalankan pemerintah:
Ketahanan Pangan Nasional: Fokus pada peningkatan produksi pangan domestik melalui modernisasi pertanian, pengembangan lumbung pangan (food estate) yang berkelanjutan, serta penguatan rantai pasok pangan dari hulu ke hilir untuk menekan ketergantungan impor.
Swasembada Energi: Upaya besar-besaran untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor dengan mempercepat transisi energi menuju energi terbarukan, pengembangan bioenergi, serta optimalisasi sumber daya energi dalam negeri.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM): Investasi besar pada sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk program penguatan gizi nasional (termasuk penanganan stunting) dan peningkatan kualitas tenaga kerja agar siap menghadapi tantangan digitalisasi global.
Hilirisasi Industri Berkelanjutan: Melanjutkan dan memperluas kebijakan hilirisasi tidak hanya di sektor mineral, tetapi juga ke sektor pertanian, kelautan, dan kehutanan guna meningkatkan nilai tambah produk ekspor Indonesia.
Pembangunan Infrastruktur Strategis: Melanjutkan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur transportasi, digital, dan air yang merata, guna menurunkan biaya logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.
Penguatan Pertahanan dan Keamanan: Modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) dan penguatan sistem pertahanan siber untuk menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Perluasan Perlindungan Sosial: Penguatan jaring pengaman sosial yang lebih tepat sasaran untuk melindungi kelompok masyarakat rentan dari guncangan ekonomi dan memastikan pemerataan kesejahteraan.
Digitalisasi Ekonomi dan Birokrasi: Percepatan transformasi digital di seluruh lini pemerintahan dan sektor ekonomi untuk menciptakan efisiensi, transparansi, dan kemudahan dalam berusaha (ease of doing business).
Tantangan Implementasi dan Mitigasi Risiko Fiskal