DWJ Manajement - PORTAL

Angka Penduduk Miskin RI Menurun, Kini Tercatat 22,93 Juta Orang

Oleh: DWJ-Manajement 05 Aug 2026
Angka Penduduk Miskin RI Menurun, Kini Tercatat 22,93 Juta Orang

Kabar Baik, Angka Kemiskinan Indonesia Turun ke 22,93 Juta Orang pada Maret 2026

Tren Penurunan Kemiskinan Nasional Menunjukkan Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia

JAKARTA - Kabar menggembirakan datang dari sektor kesejahteraan sosial di Indonesia. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), angka penduduk miskin di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang signifikan pada periode Maret 2026. Hal ini menjadi angin segar bagi pemerintah dalam upaya mencapai target kesejahteraan nasional yang lebih merata.

Data yang dirilis menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia kini tercatat sebanyak 22,93 juta orang. Jika dipresentasikan terhadap total populasi, angka tersebut setara dengan 7,94 persen. Penurunan ini mencerminkan adanya dinamika ekonomi yang mulai memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat kelas bawah.

Bedah Data BPS: Penurunan Signifikan di Tengah Tantangan Global

Penurunan angka kemiskinan menjadi 7,94 persen merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat kondisi ekonomi global yang kerap mengalami fluktuasi. BPS mencatat bahwa penurunan ini merupakan hasil dari berbagai intervensi kebijakan ekonomi serta stabilitas harga kebutuhan pokok yang terjaga selama beberapa bulan terakhir.

Dalam laporan tersebut, BPS menekankan bahwa penurunan jumlah penduduk miskin tidak hanya dilihat dari nominal angka, tetapi juga dari pergeseran persentase yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat kini telah berhasil melewati garis kemiskinan. Meskipun demikian, angka 22,93 juta orang tetap menjadi pengingat bagi pemerintah bahwa perjuangan melawan kemiskinan ekstrem masih harus terus dikawal secara intensif.

Beberapa indikator penting yang memengaruhi pergerakan angka ini antara lain adalah:

Stabilitas Harga Pangan: Terjaganya inflasi pada kelompok bahan makanan pokok membantu masyarakat berpenghasilan rendah mempertahankan daya beli mereka.

Pertumbuhan Sektor Lapangan Kerja: Penyerapan tenaga kerja di sektor formal maupun informal yang meningkat memberikan tambahan pendapatan bagi rumah tangga.