DWJ Manajement - PORTAL

Apakah Ada Cara Mencegah Jadi Korban Deepfake Pornografi?

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jul 2026
Apakah Ada Cara Mencegah Jadi Korban Deepfake Pornografi?

Penerapan kebersihan digital sangat penting. Jangan sembarangan memberikan izin akses foto kepada aplikasi pihak ketiga yang tidak jelas kredibilitasnya. Banyak aplikasi pengedit foto atau filter wajah yang sebenarnya mengumpulkan data biometrik wajah pengguna untuk kepentingan lain yang tidak diketahui.

4. Waspadai Pencurian Data dan Peretasan

Seringkali, bahan baku untuk membuat deepfake bukan diambil dari unggahan publik, melainkan dari hasil peretasan akun atau perangkat. Pastikan Anda menggunakan autentikasi dua faktor (2FA) pada semua platform media sosial dan email. Hindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak dan rutinlah mengganti kata sandi secara berkala.

5. Edukasi Diri dan Orang Terdekat

Literasi digital adalah kunci utama. Memahami bahwa apa yang terlihat di layar tidak selalu merupakan kebenaran adalah langkah awal untuk tidak mudah tertipu. Edukasi juga harus diberikan kepada anak-anak dan remaja agar mereka lebih berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Menjadi Korban?

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menjadi korban penyebaran konten deepfake, jangan panik dan jangan menyalahkan diri sendiri. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan bukti. Ambil tangkapan layar (screenshot) dari konten tersebut, tautan (URL) sumber penyebarannya, serta identitas pelaku jika memungkinkan.

Langkah hukum di Indonesia sudah menyediakan payung hukum melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Anda dapat melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, khususnya unit Siber, untuk ditindaklanjuti sebagai tindak pidana penyebaran konten asusila dan pencemaran nama baik. Selain itu, Anda juga dapat melaporkan konten tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar platform terkait segera melakukan proses take down atau penghapusan konten.

Kesimpulan

Kehadiran teknologi deepfake adalah pedang bermata dua. Di satu sisi ia menawarkan inovasi luar biasa dalam industri hiburan, namun di sisi lain ia menjadi ancaman nyata bagi keamanan pribadi dan kehormatan seseorang. Kasus mahasiswi di Solo harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ruang digital tidaklah sepenuhnya aman.

Pencegahan adalah cara terbaik. Dengan memperketat pengaturan privasi, lebih selektif dalam berbagi konten, dan selalu meningkatkan literasi digital, kita dapat meminimalisir celah bagi para pelaku kejahatan siber. Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama, baik dari sisi individu, penyedia platform, maupun penegak hukum, guna menciptakan ekosistem internet yang lebih sehat dan manusiawi.