DWJ Manajement - PORTAL

Apakah Air Hujan Buatan Hasil Modifikasi Cuaca Berbahaya? Ini Faktanya

Oleh: DWJ-Manajement 23 Sep 2026
Apakah Air Hujan Buatan Hasil Modifikasi Cuaca Berbahaya? Ini Faktanya

Pemadaman Karhutla: Membantu proses pendinginan lahan yang terbakar melalui hujan buatan.

Mitigasi Banjir: Mengarahkan hujan agar jatuh di waduk atau laut sebelum mencapai area pemukiman padat.

Menjawab Kekhawatiran: Apakah Zat Kimia yang Digunakan Berbahaya?

Salah satu ketakutan terbesar masyarakat adalah penggunaan bahan kimia yang dianggap dapat meracuni tanah, air, dan udara. Namun, fakta ilmiah menunjukkan hal yang sebaliknya. Bahan utama yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca di Indonesia, terutama yang dilakukan oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) bersama BMKG dan instansi terkait, adalah garam dapur atau Natrium Klorida (NaCl).

BMKG menegaskan bahwa penggunaan NaCl dalam proses penyemaian awan sangatlah aman. Berikut adalah alasan mengapa penggunaan bahan tersebut tidak membahayakan:

1. Sifat Bahan yang Alami dan Aman

Garam dapur (NaCl) adalah senyawa yang sangat umum dan ditemukan secara alami di alam, termasuk di lautan. Dalam proses TMC, garam digunakan karena sifat higroskopisnya—kemampuan untuk menarik uap air di atmosfer. Ketika garam disebarkan di awan, ia akan menarik molekul air di sekitarnya, mempercepat proses kondensasi, dan memicu jatuhnya hujan.

2. Konsentrasi yang Sangat Rendah

Meskipun bahan tersebut disebarkan melalui pesawat, konsentrasi zat yang masuk ke atmosfer sangatlah kecil jika dibandingkan dengan volume air yang dihasilkan oleh hujan. Setelah hujan turun, konsentrasi NaCl tersebut akan terencerkan oleh volume air yang sangat besar, sehingga tidak akan mengubah komposisi kimia air hujan secara signifikan yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

3. Tidak Menyebabkan Hujan Asam

Ada mitos yang menyebutkan bahwa hujan buatan dapat menyebabkan hujan asam. Perlu dipahami bahwa hujan asam disebabkan oleh polusi udara tinggi dari sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) yang berasal dari industri dan kendaraan bermotor. Proses modifikasi cuaca menggunakan garam tidak melibatkan emisi gas asam tersebut, sehingga tidak akan memicu fenomena hujan asam.