DWJ Manajement - PORTAL

Asing Borong Saham BRI-BCA, IHSG Menguat

Oleh: DWJ-Manajement 21 Aug 2026
Asing Borong Saham BRI-BCA, IHSG Menguat

Sentimen Positif Mengalir, Investor Asing Borong Saham Big Caps BBRI dan BBCA, IHSG Melesat Tajam

Arus modal masuk yang masif ke sektor perbankan menjadi motor penggerak utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini.

Pasar Modal Indonesia Kembali Bergairah di Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang sangat impresif pada pembukaan perdagangan sesi I, Jumat (21/8/2026). Setelah sempat mengalami fluktuasi pada beberapa hari sebelumnya, indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berhasil mencatatkan penguatan yang signifikan, didorong oleh derasnya aliran dana asing atau foreign inflow yang masuk ke pasar domestik.

Pantauan pada layar perdagangan menunjukkan bahwa penguatan ini tidak terjadi secara organik semata, melainkan dipicu oleh aksi beli jumbo dari investor asing pada sejumlah saham lapis satu atau blue chip. Sektor perbankan kembali menjadi primadona dan menjadi tumpuan utama bagi para pemodal mancanegara untuk menempatkan modal mereka di pasar berkembang seperti Indonesia.

Aksi borong saham ini memberikan sentimen positif yang merambat ke berbagai sektor lainnya, memberikan kepercayaan diri tambahan bagi para pelaku pasar ritel maupun institusi lokal. Penguatan IHSG di sesi pertama ini memberikan sinyal bahwa optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional masih sangat tinggi.

Dominasi Saham Perbankan: BBRI dan BBCA Jadi Primadona

Faktor utama yang menopang kenaikan IHSG hari ini adalah aksi beli bersih (net buy) yang dilakukan investor asing pada dua raksasa perbankan Indonesia, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dengan kode saham BBRI dan PT Bank Central Asia Tbk. dengan kode saham BBCA.

Kedua saham ini memiliki bobot yang sangat besar dalam perhitungan kapitalisasi pasar IHSG. Oleh karena itu, setiap pergerakan positif pada BBRI dan BBCA akan memberikan dampak yang sangat terasa terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa poin penting terkait aksi beli asing pada kedua saham tersebut:

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Investor asing terlihat melakukan akumulasi bertahap namun konsisten pada saham BBCA. Hal ini menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap fundamental BCA yang dikenal sangat kuat dan memiliki manajemen risiko yang sangat baik.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Lonjakan volume beli pada BBRI menjadi sorotan utama. Fokus investor asing pada BBRI kemungkinan besar didorong oleh prospek penyaluran kredit mikro yang tetap tangguh serta ekspektasi dividen yang menarik di masa mendatang.

Multiplier Effect: Dengan menguatnya dua saham perbankan terbesar ini, indeks tidak hanya bergerak naik secara angka, tetapi juga menunjukkan kualitas penguatan yang sehat karena didorong oleh saham-saham dengan fundamental fundamental yang kokoh.