DWJ Manajement - PORTAL

Asing Gencar Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Balik ke Level 6.000

Oleh: DWJ-Manajement 14 Jul 2026
Asing Gencar Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Balik ke Level 6.000

IHSG Tembus Level 6.000, Intip 10 Saham yang Sedang Gencar Diserok Investor Asing

Pasar modal Indonesia kembali mencatatkan momentum positif yang signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat kembali ke level psikologis penting setelah menunjukkan performa yang impresif di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.

Momentum Kebangkitan IHSG ke Level 6.000

Pada penutupan perdagangan tanggal 13 Juni 2026, IHSG terpantau melonjak tajam sebesar 1,92 persen. Kenaikan ini membawa indeks ke level 6.037,84, sebuah angka yang menandai kembalinya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik. Lonjakan ini tidak terlepas dari tingginya volume transaksi yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data transaksi, nilai transaksi harian mencapai angka yang sangat masif, yakni Rp 12,14 triliun. Angka ini menunjukkan adanya partisipasi aktif dari berbagai lapisan investor, baik domestik maupun asing, yang mencoba memanfaatkan momentum penguatan indeks untuk mereposisi portofolio mereka.

Meskipun secara agregat investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 437,66 miliar, namun fenomena menarik terjadi di level sektoral dan emiten tertentu. Di balik angka penjualan bersih secara keseluruhan, terdapat pola akumulasi yang sangat kuat atau "serok" yang dilakukan oleh investor asing pada sejumlah saham blue-chip dan saham unggulan lainnya. Hal ini mengindikasikan adanya strategi rotasi sektor yang dilakukan oleh para manajer investasi global.

Strategi Rotasi: Mengapa Asing Melakukan Net Sell Secara Agregat?

Banyak pelaku pasar yang mempertanyakan mengapa IHSG menguat namun asing justru melakukan penjualan bersih. Dalam dunia pasar modal, kondisi ini sering disebut sebagai fenomena "selective buying". Investor asing cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham yang sudah mencapai target valuasi tertentu, namun di saat yang sama, mereka secara agresif memindahkan dana tersebut ke saham-saham lain yang dianggap masih memiliki ruang pertumbuhan (upside potential) yang besar.

Penjualan bersih sebesar Rp 437,66 miliar kemungkinan besar berasal dari pelepasan posisi pada saham-saham yang sudah jenuh beli, untuk kemudian dialokasikan pada emiten yang sedang berada dalam fase akumulasi. Strategi ini lazim dilakukan untuk menjaga efisiensi portofolio di tengah pergerakan indeks yang sedang menanjak ke level 6.000.

Daftar 10 Saham yang Menjadi Incaran dan Diserok Asing

Berdasarkan pengamatan pergerakan arus kas masuk (cash flow) asing, terdapat sepuluh saham yang menunjukkan pola akumulasi yang mencolok saat IHSG kembali menguat. Berikut adalah daftar saham yang menjadi primadona:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Sebagai tulang punggung perbankan swasta, BBCA tetap menjadi pilihan utama asing karena stabilitas dan fundamentalnya yang sangat kuat.