DWJ Manajement - PORTAL

Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Melejit

Oleh: DWJ-Manajement 28 Aug 2026
Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Melejit

IHSG Terbang Tinggi 1,81%, Fenomena 'Selective Buying' Asing di 10 Saham Unggulan Terungkap

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya di pasar modal Indonesia. Pada penutupan perdagangan terbaru, indeks mencatatkan reli yang impresif dengan melesat sebesar 1,81% ke level 6.521,75. Lonjakan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang cukup kontradiktif, di mana secara agregat investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell).

Kenaikan tajam ini tidak didorong oleh satu atau dua saham saja, melainkan didukung oleh penguatan masif dari 578 saham yang tercatat di bursa. Kondisi ini mengindikasikan adanya kepercayaan diri yang tinggi dari pelaku pasar, terutama investor domestik, dalam menyambut momentum penguatan ekonomi nasional.

Analisis Pergerakan IHSG: Mengapa Melejit di Tengah Net Sell?

Hal yang paling menarik perhatian para analis pasar modal adalah adanya diskoneksi antara pergerakan indeks dengan arus modal asing. Berdasarkan data transaksi, investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp262,11 miliar. Secara teori, arus keluar modal asing (outflow) biasanya memberikan tekanan jual yang dapat menahan laju indeks.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. IHSG justru mampu terbang tinggi. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui beberapa faktor kunci:

1. Dominasi Investor Domestik yang Kuat

Kenaikan IHSG yang signifikan ini menunjukkan bahwa investor ritel dan institusi dalam negeri memiliki daya beli yang sangat kuat. Mereka mengambil alih peran sebagai penggerak utama pasar saat investor asing sedang melakukan rebalancing portofolio atau mengambil keuntungan (profit taking).

2. Strategi 'Selective Buying' oleh Investor Asing

Meskipun secara total nilai penjualan asing mencapai angka negatif, perlu dicatat bahwa aliran dana asing tidak tersebar secara merata. Ada pola yang disebut dengan selective buying atau pembelian selektif. Di saat mereka menjual saham-saham di sektor tertentu, mereka secara kompak justru "memborong" atau mengakumulasi saham-saham unggulan (blue chip) yang dianggap memiliki fundamental paling kokoh.

Hal ini menjelaskan mengapa muncul laporan mengenai 10 saham yang justru diborong oleh asing meskipun secara keseluruhan mereka melakukan net sell. Strategi ini biasanya dilakukan oleh manajer investasi global untuk mengamankan posisi di saham-saham dengan kualitas aset terbaik (high quality assets) guna menghadapi volatilitas global.

Menelusuri 10 Saham yang Menjadi Magnet di Tengah Arus Keluar Asing

Dalam dinamika pasar seperti ini, para trader dan investor profesional biasanya tidak melihat arus keluar secara keseluruhan, melainkan melihat kemana uang tersebut "berhenti". Berdasarkan pola akumulasi yang terjadi, terdapat sepuluh kategori saham yang menjadi target utama akumulasi asing saat IHSG sedang dalam fase penguatan.

Meskipun komposisi persisnya dapat berubah setiap hari, saham-saham yang masuk dalam radar akumulasi asing biasanya mencakup kelompok berikut: