DWJ Manajement - PORTAL

Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

Oleh: DWJ-Manajement 08 Jul 2026
Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk): Sektor perbankan mikro menunjukkan daya tarik kuat melalui akumulasi di saham ini.

BMRI (PT Bank Mandiri Tbk): Bank dengan aset besar ini terus mencatatkan aliran dana masuk yang konsisten.

BBNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk): Menjadi pilihan diversifikasi di sektor perbankan karena valuasi yang dianggap masih menarik.

TLKM (PT Telkom Indonesia Tbk): Sektor infrastruktur digital kembali dilirik seiring dengan proyeksi pertumbuhan data yang stabil.

ASII (PT Astra International Tbk): Saham konglomerasi ini menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah (reversal) yang didorong oleh minat asing.

UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk): Sektor consumer goods mulai menunjukkan geliat akumulasi seiring stabilnya daya beli masyarakat.

ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk): Perusahaan konsumsi ini tetap menjadi pilihan aman bagi investor yang mencari stabilitas.

AMRT (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk): Sektor ritel modern terus mendapatkan sentimen positif dari perputaran arus kas yang cepat.

ADRO (PT Adaro Energy Indonesia Tbk): Meskipun sektor komoditas fluktuatif, Adro tetap menjadi pilihan utama untuk eksposur energi.

Dominasi Sektor Perbankan Sebagai Motor Penggerak

Dapat dilihat dari daftar di atas, sektor perbankan masih mendominasi pergerakan pasar. Keempat bank besar (Big Four) yaitu BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI berperan krusial dalam menjaga IHSG agar tetap berada di zona hijau. Investor asing nampaknya masih sangat percaya pada fundamental perbankan nasional yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang solid sepanjang tahun berjalan.

Kenaikan saham-saham perbankan ini tidak hanya memberikan dampak langsung pada indeks, tetapi juga memberikan sinyal positif bagi kepercayaan investor terhadap stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Perbankan dianggap sebagai sektor yang paling cepat merespons kebijakan suku bunga dan kondisi ekonomi makro.

Sektor Konsumsi dan Telekomunikasi Mulai Menunjukkan Sinyal Pemulihan