DWJ Manajement - PORTAL

Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Ngegas

Oleh: DWJ-Manajement 24 Sep 2026
Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Ngegas

Meskipun secara total mencatatkan net sell, jika kita membedah lebih dalam pergerakan saham secara individual, terlihat pola yang sangat menarik. Investor asing secara selektif melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu. Fenomena ini sering disebut sebagai "cherry picking", di mana investor global hanya memilih aset yang mereka anggap paling berkualitas di tengah ketidakpastian.

Berikut adalah 10 saham yang menjadi incaran dan mencatatkan akumulasi beli dari investor asing pada periode perdagangan tersebut:

BBCA (PT Bank Central Asia Tbk): Sebagai jangkar pasar, BBCA terus menjadi primadona bagi investor asing yang mencari keamanan dan pertumbuhan jangka panjang.

BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk): Fokus pada sektor mikro membuat BBRI tetap menarik di mata investor global yang memantau konsumsi domestik.

BMRI (PT Bank Mandiri Tbk): Efisiensi perbankan yang terus meningkat menjadikan BMRI saham pilihan dalam aksi akumulasi ini.

TLKM (PT Telkom Indonesia Tbk): Sektor telekomunikasi kembali dilirik seiring dengan percepatan digitalisasi nasional.

ASII (PT Astra International Tbk): Konglomerasi ini tetap menjadi representasi kuat ekonomi Indonesia di mata investor asing.

ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk): Saham konsumer ini dipilih karena daya tahannya terhadap fluktuasi ekonomi (defensive stock).

AMRT (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk): Pertumbuhan ritel yang konsisten membuat AMRT masuk dalam radar beli asing.

UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk): Meskipun sempat tertekan, pergerakan harga yang mulai stabil memicu aksi beli teknis dari asing.

ADRO (PT Adaro Energy Indonesia Tbk): Sektor energi tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari dividen tinggi.

PGAS (PT Perusahaan Gas Negara Tbk): Pemulihan sektor energi gas memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham ini.

Analisis Pergerakan: Akumulasi Terpilih vs Penjualan Massal

Penting bagi investor untuk memahami bahwa net sell secara keseluruhan tidak selalu berarti pasar sedang dalam tren menurun (bearish). Dalam konteks IHSG yang melonjak 1,56% ini, aksi jual asing kemungkinan besar bersifat spesifik pada saham-saham yang sudah mencapai valuasi tinggi atau saham-saham yang tidak memiliki prospek pertumbuhan jangka pendek yang menarik.