DWJ Manajement - PORTAL

Asing Lanjut Net Sell Jumbo, Ramai-Ramai Lego Saham Blue Chip

Oleh: DWJ-Manajement • 20 Oct 2026
Asing Lanjut Net Sell Jumbo, Ramai-Ramai Lego Saham Blue Chip

Asing Lanjut Net Sell Jumbo, IHSG Anjlok ke Level 4.900

Tekanan jual asing mencapai Rp1,72 triliun, saham blue chip seperti BBCA dan BBRI ikut terseret dalam aksi lepas aset.

Indeks Harga Saham Gabungan Terperosok Tajam

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa yang sangat mengkhawatirkan pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks merosot tajam hingga menyentuh level psikologis 4.900.

Berdasarkan data pasar, IHSG mengalami penurunan sebesar 3,64% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penurunan signifikan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar modal tanah air.

Aksi Jual Asing Mencapai Angka Jumbo

Penyebab utama merosotnya indeks adalah derasnya arus modal keluar dari pasar saham Indonesia. Investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell dalam skala yang sangat besar.

Total nilai transaksi jual bersih oleh investor asing tercatat mencapai Rp1,72 triliun. Fenomena ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang kuat dari pelaku pasar global terhadap pasar modal domestik.

Saham Blue Chip Jadi Target Pelepasan Aset

Aksi keluar masif investor asing ini tidak menyasar sembarang emiten. Fokus utama pelepasan aset tertuju pada saham-saham berkapitalisasi besar atau kelompok blue chip.

Beberapa saham perbankan raksasa yang menjadi penggerak indeks mengalami tekanan harga yang hebat. Berikut adalah beberapa emiten yang terdampak secara signifikan:

Bank Central Asia (BBCA)

Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Tekanan pada saham BBCA dan BBRI ini menjadi faktor utama yang menyeret performa IHSG ke zona merah. Para investor terlihat mulai mengambil sikap defensif dengan melego saham-saham unggulan tersebut.

Kesimpulan

Kondisi IHSG saat ini sedang berada dalam tekanan hebat akibat aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp1,72 triliun. Mengingat saham blue chip seperti BBCA dan BBRI ikut terseret, investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan arah arus modal asing dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Menampilkan Seluruh Artikel