DWJ Manajement - PORTAL

Asing Net Buy Rp1 Triliun, Kompak Borong Saham BMRI-BBNI

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
Asing Net Buy Rp1 Triliun, Kompak Borong Saham BMRI-BBNI

Investor Asing Serbu Pasar Modal Indonesia, Borong Saham BMRI dan BBNI hingga Rp 1 Triliun

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa yang sangat impresif pada perdagangan Rabu, 3 September 2026. Bursa saham Indonesia berhasil ditutup menguat tajam sebesar 1,09 persen, didorong oleh arus masuk modal asing (foreign net buy) yang sangat masif ke dalam pasar domestik.

Aliran dana asing yang mencapai angka Rp 1 triliun ini menjadi motor utama penggerak indeks, terutama dengan fokus pembelian yang terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip). Sektor perbankan BUMN dan sektor properti tampil sebagai primadona yang menjadi sasaran empuk para investor global dalam sesi perdagangan kali ini.

Dominasi Sektor Perbankan: BMRI dan BBNI Jadi Primadona

Salah satu fenomena paling mencolok dalam pergerakan IHSG hari ini adalah keseragaman langkah investor asing dalam memborong saham-saham perbankan milik negara. Dua nama besar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan kode saham BMRI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dengan kode saham BBNI, menjadi instrumen utama dalam akumulasi dana asing tersebut.

Keputusan investor asing untuk melakukan *net buy* besar-besaran pada saham BMRI dan BBNI menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap fundamental perbankan nasional. Beberapa faktor yang diprediksi menjadi alasan di balik aksi beli ini antara lain:

Kinerja Laba yang Solid: Konsistensi perbankan BUMN dalam mencetak laba bersih yang tumbuh secara organik memberikan rasa aman bagi investor jangka panjang.

Efisiensi Operasional: Transformasi digital yang dilakukan secara masif oleh BMRI dan BBNI telah berhasil menekan biaya operasional dan meningkatkan margin bunga bersih (NIM).

Sentimen Makroekonomi: Stabilitas ekonomi domestik yang terjaga membuat sektor perbankan dianggap sebagai sektor yang paling resilien terhadap fluktuasi global.