DWJ Manajement - PORTAL

Asing Net Buy Rp164 Miliar di Sesi I, Saham Konglo Kembali Diburu

Oleh: DWJ-Manajement 23 Jul 2026
Asing Net Buy Rp164 Miliar di Sesi I, Saham Konglo Kembali Diburu

Sentimen Sektor Komoditas: Mengingat Indonesia adalah eksportir utama berbagai komoditas, pergerakan harga komoditas global yang positif turut menarik minat investor asing untuk masuk ke saham-saham sektor energi.

Ekspektasi Kebijakan Moneter: Adanya sinyal mengenai stabilisasi suku bunga memberikan kepastian bagi investor dalam merencanakan strategi investasi jangka menengah dan panjang.

Sektor Properti dan Energi Menjadi Motor Utama Reli Pasar

Kenaikan IHSG yang mencapai 1,51 persen ini tidak terjadi secara merata di seluruh sektor, namun didominasi oleh sektor-sektor yang memiliki korelasi kuat dengan kondisi ekonomi makro. Sektor properti dan energi menjadi dua pilar utama yang mencatatkan kenaikan paling signifikan dalam sesi perdagangan ini.

Pada sektor properti, kenaikan harga saham-saham emiten pengembang besar menjadi katalisator utama. Sentimen positif di sektor ini seringkali berkaitan dengan ekspektasi penurunan suku bunga atau adanya stimulus pemerintah yang dapat mendorong daya beli masyarakat terhadap sektor perumahan. Ketika investor melihat peluang pertumbuhan di sektor properti, mereka cenderung melakukan aksi beli secara masif, yang kemudian berdampak langsung pada kenaikan indeks secara keseluruhan.

Sementara itu, sektor energi terus menunjukkan taringnya. Pergerakan harga komoditas energi di pasar internasional yang cenderung stabil atau mengalami tren penguatan memberikan dorongan langsung bagi emiten-emiten di sektor pertambangan dan energi terbarukan. Investor melihat sektor ini sebagai sektor defensif sekaligus sektor pertumbuhan yang mampu memberikan dividen menarik, sehingga permintaan terhadap saham-saham energi terus meningkat.

Fenomena Kembalinya Perburuan Saham-Saham Konglomerat

Salah satu fenomena paling menarik dalam perdagangan sesi pertama ini adalah kembalinya minat pasar terhadap saham-saham milik grup konglomerat besar di Indonesia. Saham-saham yang sering dijuluki sebagai "saham konglo" atau saham blue chip ini kembali menjadi incaran utama, baik oleh investor asing maupun institusi lokal.

Saham konglomerat biasanya memiliki karakteristik kapitalisasi pasar yang sangat besar (large cap), sehingga pergerakan harganya memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap arah gerak IHSG. Ketika saham-saham raksasa ini bergerak naik, maka secara otomatis akan menarik indeks ke atas. Hal ini menjelaskan mengapa IHSG mampu menguat cukup tajam meskipun kondisi pasar global sedang dalam tahap konsolidasi.

Alasan Saham Blue Chip Kembali Menjadi Primadona

Mengapa saham-saham konglomerat ini kembali diburu? Berikut adalah beberapa alasannya: