DWJ Manajement - PORTAL

Asing Net Buy Tipis Rp39,9 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Oleh: DWJ-Manajement 17 Jul 2026
Asing Net Buy Tipis Rp39,9 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

BBNI (Bank Negara Indonesia Tbk): Menjadi pilihan diversifikasi bagi investor asing di sektor perbankan.

Saham yang Mengalami Tekanan Jual (Sektor Komoditas)

ADRO (Adaro Energy Indonesia Tbk): Terkena dampak penurunan harga batubara global.

ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk): Mengikuti tren pelemahan sektor energi.

ANTM (Aneka Tambang Tbk): Tertekan seiring fluktuasi harga nikel dan emas di pasar dunia.

PTBA (Bukit Asam Tbk): Mengalami aksi jual oleh investor yang ingin melakukan profit taking.

Proyeksi Pasar: Apa yang Harus Diperhatikan di Sesi II?

Menjelang penutupan pasar, para pelaku pasar perlu memperhatikan beberapa indikator penting. Pertama, volume perdagangan di sesi II akan menjadi penentu apakah kenaikan IHSG ini memiliki kekuatan yang cukup untuk bertahan atau hanya sekadar kenaikan sesaat (dead cat bounce).

Kedua, perhatikan pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Jika Rupiah menguat, maka minat investor asing untuk melakukan net buy yang lebih besar akan semakin tinggi. Sebaliknya, pelemahan Rupiah dapat memicu aksi jual kembali oleh investor asing karena kekhawatiran terhadap nilai investasi mereka dalam mata uang domestik.

Terakhir, pengawasan terhadap sektor komoditas sangat penting. Jika tekanan jual pada saham energi mereda, maka ada peluang besar bagi IHSG untuk melakukan reli yang lebih kuat di akhir perdagangan. Namun, jika tekanan tersebut berlanjut, IHSG kemungkinan akan bergerak menyamping (sideways) atau bahkan terkoreksi tipis.

Kesimpulan

Perdagangan sesi I hari ini menunjukkan dinamika yang menarik dengan IHSG yang menguat 0,55 persen berkat net buy asing sebesar Rp39,90 miliar. Meskipun angka tersebut relatif kecil, dukungan kuat dari sektor finansial, khususnya perbankan, berhasil mengimbangi tekanan yang dialami oleh sektor komoditas. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan keseimbangan antara kekuatan sektor perbankan dan pelemahan sektor energi guna menentukan strategi investasi yang tepat di sisa perdagangan hari ini.