DWJ Manajement - PORTAL

Asing Net Sell Rp365 Miliar di Sesi I, LegoADMF Hingga BBCA

Oleh: DWJ-Manajement • 29 Sep 2026
Asing Net Sell Rp365 Miliar di Sesi I, LegoADMF Hingga BBCA

Aksi jual asing tidak merata di seluruh sektor, namun terlihat sangat jelas pada saham-saham dengan bobot besar dalam indeks. Beberapa emiten unggulan mengalami tekanan jual yang cukup tajam, yang secara langsung turut menyeret performa IHSG ke zona merah.

Di antara saham-saham yang mencatatkan volume penjualan tinggi, terdapat beberapa nama besar yang menjadi sorotan utama pelaku pasar. Berikut adalah beberapa saham yang mengalami tekanan jual signifikan di sesi I:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Sebagai salah satu jangkar IHSG, penurunan pada BBCA memberikan dampak sistemik terhadap indeks.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF): Saham di sektor pembiayaan ini juga mengalami tekanan jual yang cukup kuat.

Saham Blue Chip Lainnya: Sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya turut mengalami tekanan jual seiring dengan keluarnya arus modal asing.

Penurunan pada saham-saham seperti BBCA seringkali menjadi sinyal bagi para trader bahwa sedang terjadi pergeseran likuiditas di pasar. Ketika saham dengan kapitalisasi pasar jumbo mengalami net sell, maka indeks akan sangat sulit untuk mempertahankan momentum penguatan.

Dampak Kebijakan Harga Minimum Saham Baru BEI

Salah satu pemicu utama volatilitas di sesi pertama ini adalah berlakunya kebijakan harga minimum saham baru oleh Bursa Efek Indonesia. Kebijakan ini dirancang oleh regulator untuk menciptakan pasar yang lebih teratur dan mengurangi risiko volatilitas ekstrem pada saham-saham dengan harga rendah atau "saham gocap".

Namun, dalam jangka pendek, implementasi regulasi ini nampaknya memberikan kejutan bagi pasar. Para pelaku pasar, terutama investor asing, cenderung melakukan langkah preventif dengan menjual aset mereka guna menghindari ketidakpastian teknis atau perubahan struktur harga yang tidak sesuai dengan strategi investasi mereka.

Para analis pasar modal menilai bahwa kebijakan ini memang bertujuan baik untuk menjaga integritas pasar, namun masa transisi menuju aturan baru ini selalu dibarengi dengan guncangan jangka pendek. Investor kini sedang mengkalibrasi ulang strategi mereka untuk melihat bagaimana harga-harga saham akan terbentuk di bawah rezim regulasi yang baru ini.

Analisis Sektor dan Pergerakan Pasar