DWJ Manajement - PORTAL

Asing Net Sell Rp371 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Oleh: DWJ-Manajement 19 Aug 2026
Asing Net Sell Rp371 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Sektor Energi: Mengikuti jejak BYAN, beberapa saham di sektor energi lainnya juga menunjukkan tren pelemahan akibat sentimen komoditas.

Kondisi ini memaksa para pelaku pasar untuk lebih selektif dalam memilih saham, terutama yang memiliki volatilitas tinggi dan ketergantungan besar pada arus dana asing.

Strategi Menghadapi Sesi II dan Volatilitas Pasar

Menghadapi perdagangan sesi II, investor disarankan untuk tetap tenang dan tidak melakukan keputusan impulsif berdasarkan pergerakan sesaat di sesi I. Ada beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan oleh para pelaku pasar retail maupun institusi:

Pertama, memperhatikan level support dan resistance pada IHSG. Jika IHSG mampu bertahan di atas level psikologis tertentu, ada kemungkinan akan terjadi technical rebound di sesi kedua. Namun, jika tekanan jual asing berlanjut, maka potensi pelemahan lebih dalam perlu diwaspadai.

Kedua, melakukan diversifikasi pada sektor-sektor yang cenderung defensif. Dalam kondisi pasar yang sedang terkoreksi, sektor-sektor seperti konsumsi (consumer goods) atau infrastruktur terkadang mampu menunjukkan resiliensi yang lebih baik dibandingkan sektor komoditas atau perbankan yang sensitif terhadap aliran dana asing.

Ketiga, memantau kembali volume transaksi. Penurunan indeks yang disertai dengan volume transaksi yang tinggi biasanya menandakan bahwa tren penurunan tersebut memiliki kekuatan yang cukup signifikan untuk berlanjut ke hari berikutnya.

Kesimpulan

Pasar saham Indonesia mengalami tekanan yang cukup berarti pada perdagangan sesi I dengan IHSG terkoreksi 0,60 persen. Aksi jual bersih investor asing sebesar Rp371,31 miliar menjadi salah satu faktor penekan utama, di mana saham BYAN menjadi motor penggerak koreksi akibat dinamika rumor dan klarifikasi yang terjadi. Investor diharapkan tetap waspada terhadap pergerakan aliran dana asing dan memperhatikan sentimen sektoral sebelum mengambil keputusan investasi di sesi II maupun untuk jangka menengah.