PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Saham perbankan ini menjadi salah satu target utama pelepasan aset oleh asing.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Mengikuti tren sektor perbankan yang sedang terkoreksi.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Sektor telekomunikasi juga tidak luput dari aksi jual asing.
PT Astra International Tbk (ASII): Saham konglomerasi ini turut tertekan seiring dengan sentimen ekonomi makro.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Melengkapi daftar saham perbankan yang mengalami net sell.
Faktor Pemicu Anjloknya IHSG di Sesi I
Para analis pasar modal menilai bahwa penurunan tajam IHSG hari ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor fundamental dan sentimen global yang sedang tidak bersahabat. Ada beberapa poin utama yang diidentifikasi sebagai penyebab utama terjadinya volatilitas tinggi di pasar saham Indonesia.
1. Sentimen Eksternal dan Ketidakpastian Global
Kondisi ekonomi di negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat, memberikan pengaruh besar terhadap aliran modal di pasar berkembang seperti Indonesia. Kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) yang masih diprediksi akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama menciptakan ketidakpastian. Hal ini memicu investor global untuk memindahkan aset mereka dari pasar saham negara berkembang ke instrumen yang dianggap lebih aman (safe haven) seperti US Treasury.
Selain itu, tensi geopolitik yang masih memanas di berbagai belahan dunia juga turut memperburuk sentimen risiko (risk-off). Investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi seperti saham dan lebih memilih memegang kas atau emas untuk mengamankan modal mereka dari potensi gejolak ekonomi dunia.