Meskipun daftar spesifik saham yang dilepas terus bergerak dinamis seiring transaksi, tren menunjukkan bahwa asing lebih banyak menyasar saham-saham di sektor-sektor berikut:
Sektor Perbankan: Saham-saham bank besar yang biasanya menjadi jangkar indeks turut terdampak oleh aksi jual ini.
Sektor Telekomunikasi: Beberapa emiten penyedia layanan telekomunikasi skala besar juga masuk dalam radar penjualan asing.
Sektor Konsumer dan Infrastruktur: Saham blue chip di sektor kebutuhan pokok dan infrastruktur turut mengalami tekanan jual untuk mengurangi eksposur risiko.
Faktor Pendorong di Balik Anjloknya Pasar Saham
Anjloknya IHSG hingga lebih dari 3 persen bukanlah sebuah kejadian tunggal yang terjadi tanpa alasan. Para analis pasar modal melihat adanya kombinasi antara sentimen domestik dan tekanan dari kondisi makroekonomi global. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga dan kondisi geopolitik seringkali menjadi pemicu utama bagi investor asing untuk menarik modalnya dari pasar negara berkembang (emerging markets) seperti Indonesia.
Sentimen Global dan Ketidakpastian Ekonomi
Kondisi ekonomi global yang masih fluktuatif memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah dan minat investasi di pasar saham. Ketika ketidakpastian meningkat, investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven), sehingga menyebabkan aliran dana keluar dari bursa saham Indonesia.