DWJ Manajement - PORTAL

Awal Musim Hujan di Jawa Timur Diprediksi Mundur, Ini Jadwalnya

Oleh: DWJ-Manajement • 30 Sep 2026
Awal Musim Hujan di Jawa Timur Diprediksi Mundur, Ini Jadwalnya

Waspada Kemarau Panjang, BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di Jawa Timur Mundur Drastis

Fenomena El Nino Jadi Penyebab Utama, Beberapa Wilayah Baru Mengalami Hujan di Januari 2027

SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait perubahan pola iklim yang akan berdampak signifikan bagi wilayah Jawa Timur. Berdasarkan analisis data atmosfer terbaru, BMKG memprediksi bahwa awal musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur akan mengalami keterlambatan atau mundur dari jadwal biasanya.

Fenomena ini diprediksi akan berlangsung cukup lama, di mana curah hujan yang konsisten baru diperkirakan akan turun pada Desember 2026. Bahkan, dalam skenario terburuk, beberapa titik di Jawa Timur diproyeksikan baru akan merasakan tetesan hujan pertama pada Januari 2027. Pergeseran musim ini dipicu oleh kuatnya pengaruh fenomena El Nino yang sedang berlangsung.

Kondisi ini tentu menjadi alarm bagi berbagai sektor, mulai dari sektor pertanian, manajemen sumber daya air, hingga kesiapan mitigasi bencana kekeringan di tingkat daerah. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan dampak ekonomi dan sosial yang mungkin timbul akibat kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Mekanisme El Nino dan Dampaknya terhadap Anomali Cuaca di Jawa Timur

Fenomena El Nino merupakan anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur yang cenderung lebih hangat dari kondisi normalnya. Suhu yang hangat ini mengganggu pola sirkulasi udara global, yang pada gilirannya memengaruhi distribusi massa uap air di atmosfer, termasuk di wilayah Indonesia.

Bagi wilayah Jawa Timur, yang secara geografis memiliki karakteristik iklim tropis dengan musim kemarau yang cukup tegas, pengaruh El Nino berdampak pada berkurangnya pembentukan awan hujan di atas daratan. Hal ini menyebabkan intensitas curah hujan menurun drastis dan durasi musim kemarau menjadi lebih panjang. Akibatnya, siklus hidrologi yang biasanya membawa hujan pada akhir tahun atau awal tahun berikutnya mengalami pergeseran waktu (delay).

Para ahli meteorologi menekankan bahwa meskipun El Nino dapat bervariasi kekuatannya, dampak yang dirasakan di Jawa Timur akan sangat terasa pada penurunan kelembapan udara dan peningkatan suhu rata-rata harian. Kondisi ini menciptakan tantangan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kebutuhan air bersih masyarakat.

Rincian Prediksi: Kapan Jawa Timur Mulai Diguyur Hujan?

Berdasarkan pemodelan iklim yang dilakukan oleh BMKG, jadwal dimulainya musim hujan di Jawa Timur akan sangat bervariasi tergantung pada letak geografis masing-masing kabupaten/kota. Namun, secara garis besar, pola kemunduran musim ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

Wilayah Jawa Timur Bagian Utara: Diprediksi akan mengalami keterlambatan paling signifikan, dengan kemungkinan awal musim hujan baru muncul secara konsisten pada Desember 2026.

Wilayah Jawa Timur Bagian Tengah: Sebagian besar wilayah ini diprediksi akan tetap berada dalam kondisi kering hingga akhir tahun 2026.