DWJ Manajement - PORTAL

Bahlil Buka Suara soal Eskpor Tertahan Karena Aturan Logam Tanah Jarang

Oleh: DWJ-Manajement 03 Aug 2026
Bahlil Buka Suara soal Eskpor Tertahan Karena Aturan Logam Tanah Jarang

Langkah Strategis Pemerintah ke Depan

Untuk mengatasi kemacetan ekspor dan mempercepat implementasi aturan baru ini, Kementerian ESDM telah menyusun beberapa langkah strategis, di antaranya:

Penyusunan Roadmap Hilirisasi LTJ: Membuat peta jalan yang jelas mengenai target produksi dan penggunaan LTJ dalam negeri hingga tahun 2045.

Sinkronisasi Regulasi: Menyelaraskan aturan antara Kementerian ESDM, Kementerian Investasi/BKPM, dan Kementerian Lingkungan Hidup agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.

Pemberian Insentif Fiskal: Memberikan pengurangan pajak atau kemudahan impor mesin bagi perusahaan yang melakukan investasi pada teknologi pengolahan LTJ.

Penguatan Riset dan Pengembangan: Mendukung lembaga penelitian nasional untuk mengembangkan metode ekstraksi LTJ yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap dampak aturan ini. Jika ditemukan kendala yang bersifat teknis dan tidak berkaitan dengan prinsip hilirisasi, pemerintah tidak akan segan untuk memberikan relaksasi sementara demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Kesimpulan

Tertahannya ekspor mineral akibat regulasi Logam Tanah Jarang merupakan langkah transisi yang strategis namun penuh tantangan. Meskipun menimbulkan dampak jangka pendek bagi arus ekspor dan pelaku industri, kebijakan ini merupakan fondasi penting bagi visi jangka panjang Indonesia dalam menguasai rantai pasok teknologi global. Dengan fokus pada hilirisasi dan penguasaan teknologi pengolahan LTJ, Indonesia berpeluang besar untuk bertransformasi dari sekadar eksportir komoditas menjadi kekuatan industri berbasis teknologi masa depan. Kunci keberhasilannya terletak pada sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan pelaku usaha, serta kesiapan investasi dalam pengembangan teknologi ekstraksi yang mumpuni.

```